Ultimate magazine theme for WordPress.

1.474 Botol Tinta dan 1.140 Bilik Suara Diterima KPU Sarolangun

Ketua KPU dan Bawaslu Sarolangun saat melihat bilik suara tiba, (PJ/Hid).

PENAJAMBO.CO, Sarolangun – Logistik pemilihan gubernur dan Wakil Gubernur Jambi tahun 2020 sudah mulai di distribusikan oleh KPU Provinsi Jambi ke KPU Kabupaten/Kota.

Salah satunya di Kabupaten Sarolangun, logistik sudah mulai diterima oleh KPU Sarolangun, diantaranya tinta dan bilik suara.

Ketua KPU Sarolangun Muhammad Fakhri, mengatakan bahwa logistik tersebut di distribusikan secara bertahap menjelang hari pemungutan suara pada 09 Desember 2020 mendatang.

Baca juga : Sejumlah Logistik Tiba Di KPU Sarolangun, Disalurkan H-7

Hingga saat ini pihaknya sudah menerima 1.474 botol tinta dan 1.140 Bilik Suara dari KPU Provinsi Jambi.

Penerimaan tinta tersebut diterima pada tanggal 08 November 2020 lalu, dan pada Jumat (13/11/2020) sore pihaknya menerima bilik suara, yang disaksikan langsung oleh Ketua Bawaslu Sarolangun Edi Martono dan aparat kepolisian Polres sarolangun selalu pihak pengamanan pilkada serentak.

“Logistik yang dibagikan ke kpu sarolangun hari ini bilik suara sebanyak 1.140 unit, dan masih ada kekurangan sebanyak 100 bilik suara, dan akan segera ditambah bersamaan dengan kotak suara,” katanya.

Sedangkan untuk logistik lainnya, kpu sarolangun masih menunggu penyaluran dari KPU Provinsi Jambi seperti surat suara, kotak suara, alat kelengkapan tps, alat pelindung diri, formulir hingga logistik lainnya.

“Masih dalam proses, surat suara juga kita sedang menunggu belum dapat kita jadwalnya kapan itu datang, nanti akan kita Informasikan ke kawan-kawan pers,” katanya.

“H-7 itu kita akan mulai distribusi logistik hingga ke TPS, paling lambat itu H-1. Jumlah tps kita tidak ada perubahan, sebanyak 737 TPS,” kata dia menambahkan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Edi Martono mengatakan bahwa tentunya distribusi logistik pilkada serentak ini juga menjadi sorotan oleh Bawaslu sendiri agar pada saat hari pencoblosan tidak ada satupun logistik yang mengalami kekurangan atau tidak cukup.

“Kami memastikan seluruh tahapan, regulasi dan logistik terpenuhi dan tidak ada kekurangan pada hari H nanti,” katanya.

Selain itu, bawaslu juga akan melakukan pengawasan selama pelaksanaan tahapan pilkada serentak ini, termasuk dalam menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Peraturan KPU mengenai pelaksanaan pilkada ditengah masa pandemi virus corona (Covid-19).

“Kita juga sudah bentuk Pokja untuk tim dalam mengawasi protokol kesehatan,” tutup Edi Martono. (Wahid)