Ultimate magazine theme for WordPress.

150 Orang Lulus CPNS Sarolangun

Kepala BKPSDM H A Waldi Bakri, (PJ/Hid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sarolangun, mengumumkan hasil integrasi nilai Seleksi kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada penerimaan CPNS Tahun 2019.

Hasil integrasi tersebut bagi peserta yang mendapatkan nilai rangking tertinggi atau peserta terbaik, dinyatakan lulus pada penerimaan CPNS di lingkungan Pemkab Sarolangun.

Sesuai pengumuman dengan nomor : 810/ 2166 /BKPSDM/2020, tentang hasil akhir seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun Sarolangun formasi tahun 2019, pada tanggal 30 Oktober 2020.

Diumumkan sebanyak 150 orang yang dinyatakan sebagai peringkat terbaik dari hasil integrasi SKD dan SKB tersebut, terdiri dari 3 formasi cumlaude (PGSD), 51 formasi tenaga pendidikan, 51 formasi tenaga kesehatan dan 45 formasi tekhnis.

“Berdasarkan surat Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : K26-30/B5506/X/20.01 tanggal 28 Oktober 2020 perihal Penyampaian Hasil Integrasi Nilai SKD-SKB CPNS Pemerintah Kab.Sarolangun Tahun 2019, dan hari ini kita umumkan, peserta yang dinyatakan lulus dalam tahap akhir seleksi CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun Formasi Tahun 2019 adalah peserta yang memiliki peringkat terbaik sesuai formasi yang telah ditetapkan berdasarkan hasil integrasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional,” kata Kepala BKPSDM H A Waldi Bakri, Jumat (30/10/2020).

Pengumuman itu hasil Integrasi SKD dan SKB Pengadaan CPNS Formasi Tahun 2019 yang ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara selaku Ketua Tim Pelaksana Seleksi Nasional CPNS Formasi Tahun 2019 secara lengkap dapat diakses melalui website http://bkpsdm.sarolangunkab.go.id dan https://sscn.bkn.go.id.

“Dimana dalam integrasi tersebut, nilai SKD sebesar 40 persen dan SKB sebesar 60 persen, lalu di totalkan,” katanya.

Lanjut Waldi, bagi peserta yang lulus tersebut wajib melaksanakan pemberkasan dan mengisi daftar riwayat hidup (DRH) secara elektronik melalui https://sscn.bkn.go.id dari tanggal 6 s.d 15 November 2020.

“Bagi yang tidak lulus, bisa mengajukan sanggahan terhadap hasil integrasi SKD-SKB melalui https://sscn.bkn.go.id terhitung dari tanggal 1 s.d 3 Oktober 2020,” katanya.

Pemberkasan tersebut dengan ketentuan file/dokumen untuk diunggah sebagai berikut:

(1). Pasphoto terbaru berlatar belakang merah, pakaian kemeja putih dan jilbab hitam polos bagi yang menggunakan;

(2). Scan Ijazah asli yang digunakan untuk melamar;

(3). Scan Transkrip Nilai asli yang digunakan untuk melamar;

(4). Scan surat pernyataan 5 poin yang telah ditandatangani peserta dan bermaterai 6000, dengan template dapat diunduh pada SSCN. Pernyataan 5 poin berisi tentang: (a) Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih; (b) Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai CPNS, PNS, TNI, POLRI atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta (termasuk BUMN/BUMD); (c) Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS atau Anggota TNI/POLRI;  (d) Tidak menjadi anggota/pengurus Partai Politik atau terlibat politik praktis; (e) Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau Negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah.

(5) Scan surat pernyataan bersedia mengabdi kepada pemerintah Kabupaten Sarolangun dan tidak  mengajukan pindah sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun, ditandatangani dan bermaterai 6000 sesuai format pada lampiran 4 pengumuman ini. Dilampirkan bersama surat pernyataan 5 poin menjadi satu file berformat .pdf pada halaman selanjutnya.

(6) Scan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku;

(7). Scan Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Rumah Sakit Pemerintah yang masih berlaku, ditandatangani dokter yang berstatus PNS;

(8). Scan Surat Keterangan tidak mengkonsumsi/menggunakan narkoba, psikotropika, serta zat-zat adiktif lainnya dari Unit Pelayanan Kesehatan Pemerintah;

(9). Scan bukti pengalaman kerja yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang (jika ada, dan tidak diwajibkan);

(10). Scan Daftar Riwayat Hidup (DRH) yaitu DRH yang telah diisi pada SSCN, di printout lalu ditulis tangan pada kolom bertanda bintang (*) kemudian ditandatangani di atas materai 6000.

(11). Apabila terdapat surat yang menerangkan perihal ijazah/transkrip, dapat dilampirkan bersama dokumen terkait menjadi satu file pdf di halaman berikutnya;

(12)  Semua file/dokumen yang diunggah harus jelas, berwarna dan bersih. Dipindai menggunakan peralatan scanner dengan tangkapan dokumen sesuai ukuran dokumen (tanpa tambahan gambar lain yang tidak diperlukan pada tepi dokumen ataupun lipatan, tanpa watermark/logo aplikasi pindai) dan bukan difoto;

(13). Panduan lengkap mengenai pengisian DRH dan Upload Dokumen dapat dilihat pada website https://www.youtube.com/watch?v=joGWM84A7xo&feature=youtu.be.

Waldi juga menegaskan apabila terdapat peserta seleksi yang telah dinyatakan lulus namun tidak melengkapi berkas pada tanggal yang ditentukan maka dianggap mengundurkan diri dan wajib membuat surat pengunduran diri dengan format sebagaimana tercantum pada lampiran 3, sehingga dapat diisi/diganti dari peserta urutan berikutnya pada setiap formasi jabatan yang bersangkutan.

“Keputusan Panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” katanya. (Wahid)