Ultimate magazine theme for WordPress.

7 Pelamar Asal Sarolangun Ikut Tes CPNS Kemenag Formasi 2019

M. Syatar Kepala Kemenag saat diwawancarai, (PJ/Hid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Kementerian Agama RI pada formasi tahun 2019, ada sebanyak 7 orang pelamar asal Sarolangun yang ikut hingga ke tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS.

“Kalau seleksi CPNS di lingkungan Kemenag, di sarolangun hanya ada 7 peserta yang merupakan warga Sarolangun ikut hingga pada tahapan seleksi SKB, pada 07-09 September 2020 kemarin,” kata Kepala Kantor Kemenag Sarolangun, Drs. H. M. Syatar, Jum’at (23/10/2020).

Ketujuh orang tersebut, kata Syatar menjelaskan memilih formasi penempatan di berbagai tempat, yakni tiga orang pada Kanwil Kemenag Sumatera Selatan, satu orang formasi IAIN Kerinci, dua orang formasi Kanwil Kemenag Jambi, dan satu orang IAIN Bengkulu.

Karena dimasa pandemi virus corona, maka tes seleksi SKB CPNS Kemenag pun dilakukan di wilayah masing-masing pelamar berdasarkan KTP elektronik.

“Maka kalau putra Sarolangun kendatipun formasi diluar Jambi maka pelaksanaannnya di Kabupaten Sarolangun. Tahapan SKB sudah selesai dilaksanakan,” katanya.

Untuk pengumuman kelulusan seleksi CPNS Kemenag ini, katanya tentu mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh pihak Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dalam seleksi CPNS formasi tahun 2019 tersebut.

“Untuk kelulusan kita masih menunggu informasi dari panselnas perekrutan CPNS,” katanya.

Ketika ditanya apakah, di Kemenag Sarolangun ada penerimaan CPNS pada seleksi CPNS formasi tahun 2019 tersebut. Syatar menjawab bahwa untik kali ini tidak penerimaan dan penempatan formasi, meskipun pihaknya setiap tahun mengajukan kuota penerimaan CPNS, karena di lingkungan Kemenag Sarolangun sendiri masih mengalami kekurangan PNS.

“Untuk Kemenag Sarolangun kita banyak kekurangan karena idealnya satu KUA itu minimal 7 orang PNS, sekarang hanya ada satu pns. Kita setiap tahun mengusulkan formasi berdasarkan kebutuhan di daerah, dan memang karena moratorium selama lima tahun tidak menerima pegawai, hal itu tentu berdampak apalagi setiap tahun ada pegawai yang masuk pensiun,” katanya. (Wahid)