Ultimate magazine theme for WordPress.

Anggaran Penanganan Corona di Sarolangun Bertambah, Ini Rincian dan Peruntukannya

H. Lukman Kepala Bappeda Sarolangun saat diwawancarai, (Foto: Wahid/Penajambi.co).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus berupaya menambah anggaran untuk pencegahan dan penanganan penyebaran wabah virus corona atau (covid-19) di wilayah tersebut.

Bupati Cek Endra melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sarolangun, H Lukman, M.Pd mengatakan bahwa anggaran tersebut ditetapkan setelah adanya rapat bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati.

Baca juga: Siaga Covid-19, Pemkab Potong 5 Persen Uang Perjalanan Dinas

Dengan total dan rincia anggaran Rp 4,7 Miliar, dari anggaran tanggap darurat Rp 1,6 Miliar, Pemotongan 5 persen biaya perjalanan dinas oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun sebesar Rp 2,1 Miliar, dan tambahan anggaran dari pemotongan biaya perjalanan dinas DPRD Sarolangun sebesar Rp 1 Miliar.

“Anggaran ini sudah disepakati bersama, pak bupati juga tegas meminta agar berupaya maksimal menangani persoalan Covid ini, terutama persoalan anggaran,” kata Lukman, Kamis (2/4/2020).

Anggaran itu kata lukman disiapkan untuk biaya operasional tim gugus tugas covid-19 Kabupaten Sarolangun, APK, pembelian sejumlah peralatan medis baik masker, handsanitizer.

Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis, obat-obatan, Fasilitas atau ruangan isolasi bagi pasien, dan lokasi karantina bagi Orang Dalam Pengawasan (ODP), serta instrumen lainnya, biaya konsumsi bagi masyarakat yang terindikasi dalam masa dikarantina medis, hingga sosialisasi ke tengah masyarakat.

“Yang jelas saat ini sudah ada anggaran Rp 4,7 miliar. Tapi kan kalau bisa lebih dari Rp 6 miliar, aturan peruntukan dan proses pencairan anggaran ini jelas, supaya bisa tepat sasaran dan tidak salah,” kata dia menambahkan.

“Perjalanan dinas, karena kita pegawai inikan tidak ada yang melakukan perjalanan dinas, sehingga tidak digunakan. Jadi, alangkah baiknya dialihkan untuk penanganan wabah covid-19. Alhamdulillah sudah ada terkumpul Rp 3,1 miliar, (termasuk anggaran perjalanan dinas dewan),” katanya.

Halaman Selanjutnya >