Ultimate magazine theme for WordPress.

BKPSDM Terima Pertimbangan Tekhnis Pegawai Pensiun

Kaban BKPSDM Kabupaten Sarolangun, (PJ/Hid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sarolangun menerima pertimbangan tekhnis untuk para pegawai yang pensiun dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun pada tahun 2020 ini.

Kabid IPK Erry Harry Wibawa, S.Hut, M.Sc, M.Eng, mengatakan bahwa memang pelayanan administrasi Kepegawaian ini tentu menjadi tanggung jawab oleh pihaknya sejak yang bersangkutan diangkat menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Termasuk terkait pelayanan administrasi pensiun, bagi yang sudah memasuki Batas Usia Pensiun (BUP).

“Jadi, kemarin saat pelaksana tes Skb cpns Sarolangun, kanreg VII BKN palembang menyerahkan pertek 23 pegawai pensiun dan itu sisa dari jumlah total 189 pegawai kita yang masuk BUP tahun 2020 ini,” katanya.

Selain masuk BUP, seorang pegawai juga bisa mengajukan permohonan pensiun atas permintaan sendiri, dengan syarat memenuhi ketentuan. Yakni minimal sudah berusia 50 tahun dan pengalaman kerja minimal 20 tahun.

“Dan itu masih bisa dipertimbangkan untuk kita berikan pensiun atas permintaan sendiri kan,” katanya.

Dengan diterimanya pertek untuk pensiun ini, tentunya hal itu sebagai hasil verifikasi dari pihak BKN Regional VII Palembang yang menjadi salah satu syarat bagi seorang PNS dinyatakan sudah memenuhi syarat untuk memasuki masa pensiun.

“Tahapan berikutnya kami dari BKPSDM lanjutkan untuk pembuatan penerbitan SK pensiun yang didasarkan pada pertimbangan teknis yang dikeluarkan oleh BKN regional 7 Palembang. Untuk tahun 2020 ada yang datang sekitar 189 orang pegawai kita masuki masa pensiun,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Sarolangun H A Waldi Bakri, S.Ip, S.Sos, MM mengatakan bahwa memang kondisi saat ini jumlah pegawai yang masuk batas usia pensiun setiap tahun tidak sebanding dengan jumlah penerimaan CPNS.

Sebab, selain ada yang memang masuk BUP tapi ada juga memang pegawai yang mengundurkan diri, meninggal dunia dan sebagainya.

“Jumlah pensiun itu cukup banyak, khusus ditenaga pendidikan atau guru. Mudah-mudahan pergantian dengan ini (rekrutmen cpns), tapi belum memadai. Sebab itu pensiun dalam bup, belum lagi mengundurkan diri, meninggal dunia, janda/duda dan sebagainya. Sehingga memang persentase pensiun dengan masuk itu tidak seimbang,” katanya. (Wahid)