Ultimate magazine theme for WordPress.

Disdikbud Sarolangun Bersama KKI Warsi Gelar Workshop Pendidikan Orang Rimba

Prosesi acara pertemuan, (Pj/Hid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun bersama Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi melaksanakan workshop pendidikan bagi komunitas adat orang rimba, Selasa (22/12/2020) di ruang aula Kantor Disdikbud Sarolangun.

Kegiatan tersebut dalam rangka Sinergi dan Kolaborasi para pihak dalam meningkatkan layanan pendidikan bagi komunitas adat orang rimba, di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Kadis Dikbud Helmi, SH, MH membuka kegiatan tersebut secara resmi kegiatan workshop tersebut. Dihadiri Ketua dewan Pendidikan H Anwar Harun beserta anggota, Kabid PAUDI Zulhitmi, M.Pd, Koordinator Program KKI Warsi Ade Candra beserta anggota, perwakilan PT SAL Thresa Jurency, Fenti Rakhmawati, Paud Punti Kayu Masita dan yuli eka purwantini, Kepsek SND 191/VII Pematang Kabau II Ade Irma Suryani, Kader pendidikan orang rimba besigat, serta tamu undangan lainnya.

Kabid PAUDI Zulhitmi mengatakan kegiatan ini dapat terlaksana berkat kunjungan tim Disdikbud Sarolangun yang dipimpin langsung oleh Kadisdikbud Helmi, ke lembaga pendidikan sad yang ada di Kecamatan Air Hitam.

Dari kunjungan tersebut, maka disepakatilah untuk dilakukan kegiatan Sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam meningkatkan layanan pendidikan bagi komunitas orang rimba tersebut.

“Pak Kadis memiliki wacana bagaimana dengan Stake holder yang ada di air hitam untuk menyamakan persepsi terhadap suku anak dalam ini, dan ketemu kki Warsi sehingga timbul kesepakatan untuk pelaksanaan kegiatan ini. Maka mudah-mudahan dengan kegiatan ini mendapatkan masukan sehingga pendidikan sad dapat berkembang dan lebih maju,” katanya.

Koordinator Program KKI Warsi Ade Candra mengatakan pendidikan pada komunitas adat orang rimba ini sesuai amanat undang-undang, bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan pemerintah wajib memfasilitasi layanan pendidikan tersebut.

Katanya, pihaknya melihat saat ini sudah banyak perhatian pendidikan kepada komunitas adat orang rimba ini, khususnya di Kecamatan Air Hitam. Baik dari pemerintah kabupaten sarolangun, pihak perusahaan dalam hal ini PT Sal, hingga elemen masyarakat dalam meningkatkan pelayanan pendidikan orang rimba.

“Kita tahu berbagai macam budaya, etnis, suku, semuanya itu wajib mendapatkan pendidikan, termasuk komunitas adat orang rimba, karena masih banyak orang rimba tidak bisa baca tulis itu,” katanya.

Ia berharap tentunya kedepannya semua para pihak yang memberikan pendidikan bagi orang rimba ini dapat menjalin sinergitas dan kolaborasi, sehingga pendidikan orang rimba ini lebih maksimal.

“Kami hanya sifatnya stimulus dan mendorong semua pihak untuk maksimal dalam meningkatkan pelayanan pendidikan bagi orang rimba ini, dan kami ucapkan terima kasih kepada Disdikbud Sarolangun yang telah memfasilitasi kegiatan ini dan terlaksana dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Kadis Dikbud Helmi dalam arahannya mengatakan bahwa memang orang rimba ini sangat menbutuhkan pendidikan yang sangat layak dalam rangka memperoleh pengetahuan untuk dapat melaksanakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik dan mandiri.

“Pengetahuan adalah pengetahuan yang harus dimiliki setiap orang, termasuk bagi orang rimba atau suku anak dalam, karena tentunya ini kewajiban pemerintah untuk melaksanakan pendidikan, supaya mereka setara dengan masyatakat pada umumnya,” katanya.

Selain itu, kata Helmi, sebagai upaya untuk mengurangi ketimpangan pendidikan bagi orang rimba, pemerintah Kabupaten Sarolangun telah melakukan berbagai kegiatan pada tahun 2020 dalam menunjang pendidikan bagi komunitas adat orang rimba ini.

Diantaranya membangun sekolah khusus bagi orang rimba, pemberian insentif bagi guru sad di tingkat SD sampai SMA, pemberian gizi tambahan, pemberian pakaian sekolah, kegiatan konsultasi bagi suku anak dalam, pembangunan pondopo khusus di Kecamatan Limun, pembangunan rkb Ponpes di kawasan terpadu, dan pembangunan pondok khusus sad.

“Disdikbud Sarolangun melaksanakan kegiatan ini untuk menghasilkan berbagai pemikiran yang soluftif dan inovatif sehingga dapat meningkatkan pelayanan pendidikan bagi komunitas adat orang rimba, maka saya harap kegiatan ini harus diikuti dengan baik dan pahami apa yang disampaikan oleh para narasumber,” katanya.

Setelah kegiatan tersebut dibuka oleh Kadisdikbud Helmi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari para narasumber terkait pendidikan komunitas adat orang rimba atau suku anak dalam serta tanya jawab dalam sinergitas dan kolaborasi peningkatan pendidikan bagi komunitas adat orang rimba. (Wahid)