Ultimate magazine theme for WordPress.

Gegara Covid, Dana Program P2D dan P2K Turun Tahun 2021

Mulyadi Kepala PMD Sarolangun, (PJ/Hid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun- Besaran dana Program Percepatan Pembangunan Desa (P2D) dan Percepatan Pembangunan Kelurahan (P2K) pada tahun 2021 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020 yang lalu.

Jika tahun 2020 yang lalu, besarannya mencapai Rp 200 juta Per desa dan kelurahan, namun pada tahun 2021 ini turun separuh sehingga menjadi Rp 100 Juta perdesa dan kelurahan.

Kepala Dinas PMD Muliyadi mengatakan penurunan besaran anggaran tersebut dikarenakan adanya refocusing anggaran APBD Kabupaten Sarolangun, sehingga berdampak terhadap kegiatan program, salah satunya Program P2D dan P2K.

Refocusing tersebut tentunya merupakan dampak atas kondisi saat ini di tengah wabah pandemi virus corona (Covid-19)

“Karena refocusing anggaran sehingga berdampak untuk kepada kegiatan program unggulan bapak bupati dalam hal ini program P2D dan P2K yang selama ini Rp 200 juta Per tahun, dan tahun 2021 ini, yang di akomodir hanya Rp 100 Juta perdesa/kelurahan,” katanya, Minggu (24/01), kepada media ini.

Ia menjelaskan bahwa untuk fokus program tersebut masih diarahkan untuk peningkatan ketahanan pangan yang ada di desa dan kelurahan, seperti tahun 2020 yang lalu.

Baik itu sektor pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan sesuai dengan petunjuk tekhnis pelaksanaan.

“Kegiatannya itu tidak jauh berbeda dengan tahun 2020 kemarin, yang tetap difokuskan ke arah ketahanan pangan desa, Namun tidak menutup kemungkinan juga bisa diarahkan untuk sektor peternakan, perikanan. Tidak berubah kalau untuk petunjuk tekhnis pelaksanaannya,” katanya.

Selain itu, kata Muliyadi saat ini pihaknya masih melakukan penyusunan peraturan bupati (Perbup) pelaksanaan program P2D dan P2K pada tahun 2021 ini. Sehingga kedepan dengan adanya perbup tersebut dapat dipedomani sehingga program tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.

” Kami sedang dalam proses penyusunan Perbupnya, karena kami kemarin menunggu berapa anggaran pastinya untuk program P2D dan P2K ini, sebesar Rp 100 Juta baru kami tindak lanjuti,” katanya. (Wahid)