Ultimate magazine theme for WordPress.

Jadi Rujukan Daerah Lain, Bupati CE Akan Bangun Pesantren di Panti Rehab Narkoba

Saat pihak Pemkab Solok Sumbar berkunjung ke Panti Rehab Narkoba Sarolangun.

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Instalasi Rehabilitasi Nafza atau panti rehab Narkoba yang dimiliki oleh Kabupaten Sarolangun saat ini terus berkembang.

Dengan itu, tempat tersebut saat ini menjadi rujukan study bagi daerah lain yang ingin membangun ditempat masing-masing. Diantaranya sudah tiga kabupaten seperti Muaro Jambi, Bungo dan baru kemarin tanggal 5 Agustus dari Kabupaten Solok Sumbar.

“Sudah tiga kabupaten, pertama dari pemda Muaro Jambi, Bungo pak wabupnya yang langsung datang study ke tempat kita, kemarin tanggal lima dari pemda Solok Sumbar,” katanya, Senin (10/08/2020).

Baca juga: Pasien Panti Rehab Narkoba Sarolangun Bertambah

Mereka datang kata Bambang, untuk mempelajari strategi proses pembangunan hingga sistim pengelolaan dan anggaran nya.

“Mereka kan ingin bangun ditempatnya masing-masing, makanya mereka kesini mempelajari sistim percepatan pembangunan instalasi rawat nafza, sistim pengelolaannya dan dokternya serta anggarannya dan banyak hal lain yang mereka tanya ke kita,” katanya.

Sementara itu Bupati Cek Endra sang penggagas pendirian panti rehab menyebutkan bahwa, kedepan akan menyiapkan segala pasilitas yang dibutuhkan panti rehab.

“Tahun depan akan kita anggarkan untuk pembangunan sarana ibadah dan pondok pesantren, tanah disana kan masih luas jadi bisa terus kita kembangkan,” kata pria yang kerap disapa CE.

Dia mengaku bersyukur bahwa saat ini Instalasi Rehab Nafza terus berkembang dan menjadi rujukan bagi daerah lain serta pasien terus bertambah.

Hanya saja dia menginginkan dengan dibangunnya panti rehab tersebut, masyarakat bisa ikut andil dalam membantu mensosialisasikan dan mendukung pemerintah. Sebab kata dia persoalan narkoba merupakan tugas bersama untuk menyelematkan generasi.

“Ya, kita bersyukur juga tempat kita jadi study kawan-kawan dari daerah lain, namun yang paling penting pasiennya harus lebih banyak dari ini, namun ini butuh dukungan dari masyarakat juga,” tandasnya. (Husnil)