Ultimate magazine theme for WordPress.

Ketua DPRD Sarolangun Hadiri Musrenbang Penyusuan RKPD Tahun 2022

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun Tontawi Jauhari, SE bersama Wakil Ketua II Syahrial Gunawan menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sarolangun Tahun 2022, Senin (29/03)  di aula Bappeda Sarolangun.

Pelaksanaan kegiatan Musrenbang RKPD ini dalam rangka menjalankan amanat undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional, dengan tujuan untuk menyusun perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Sarolangun tahun 2022 mendatang dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sarolangun menuju Sarolangun yang lebih sejahtera.

Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang RKPD tersebut yang dilakukan lebih terbuka saat ini dengan menghadiri seluruh pemangku kepentingan, termasuk mendatangkan narasumber dari Kementrian dalam negeri (Kemendagri), Bappenas RI dan Pemerintah Provinsi Jambi.

“Saat ini ada sistim informasi Pemerintah daerah (Sipd) yang baru diterapkan di sarolangun tahun ini, dan ini sangat bagus, dan kita sudah melihat tadi ada pemaparan dari narasumber, baik dari bappenas, kemengadri dna Bappeda provinsi jambi,” katanya.

Kata Tontawi lagi, bahwa melalui musrenbang RKPD ini akan menjadi acuan dalam menyusun anggaran APBD Kabupaten Sarolangun tahun 2022 mendatang. Pihaknya akan siap bersinergi dalam membahas bersama hingga tuntas dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik lagi kedepan.

“Tentu ini acuan kita dalam rangka menyusun anggaran apbd 2022 kedepan, anggaran ini akan dibahas bersama-sama sebagaimana biasanya. Musrenbang selalu dilakukan setiap tahun, dimana finalisasinya ke rkpd di tanggal 25 maret ini harus selesai, kemudian langsung disusun kendala rkua PPAS, dan kemudian disampaikan ke dprd untuk dibahas bersama,” katanya.

Tontawi juga mengharapkan kepada pemerintah daerah kedepan untuk tetap fokus dalam peningkatan ketahanan pangan sebagaimana yang telah dilaksanakan saat ini. Hal itu dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi masyatakat sehingga masyatakat tetap survive ditengah wabah virus corona saat ini yang masih belum berakhir.

“Kita tahu wabah virus corona berdampak terhadap ekonomi yang turun, alhamdulillah sekarang step by step sudah berkembang. Kemendagri tadi menyampaikan, Yang dibahas itu hanya volume dan pagu anggaran saja, tidak yang lain-lain, tidak tekhnis, kalau tekhnis dibahas saat pembahasan apbd, ini yang harus kita lakukan bersama baik eksekutif maupun legislatif dalam rangka pembahasan apbd di 2022 nanti,” katanya. (Wahid)