Ultimate magazine theme for WordPress.

Koperindag Sarolangun Gelar Diklat RAT Bagi  Pengelola Koperasi, Trianto Beri Masukan Penting

Prosesi acara Diklat RAT bagi pengelola koperasi yang digelar ruang pola Koperindag Sarolangun.(PJ/Nil).

SAROLANGUN, PENAJAMBI.co – Pihak dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Sarolangun, menggelar Pelatihan Persiapan dan Pelaksanaan RAT Bagi Koperasi Dinas Koperindag Kabupaten Sarolangun.

Kabid Koperasi Abdullah Idris Spd kepada media ini menerangkan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka peningkatan SDM bagi pengelola Koperasi, yang dimulai dari hari rabu tanggal 16 sampai dengan Jum’at 18/03/2022 ini.

” RAT ini memang amanah undang undang yang wajib dilakukan oleh setiap koperasi, Disamping ini amanah dan regulasinya ada dan jelas, ini bagian dari evaluasi bagi setiap koperasi melihat perkembangan maju atau mundurnya pengelolaan koperasi tersebut,” katanya.

Lanjut Abdullah, untuk peserta Diklat tersebut terdiri dari perwakilan pengurus teras koperasi.

” Untuk jumlah total koperasi yang ada saat ini kurang lebih 300, sementara  yang produktif hanya kurang lebih 200 koperasi. Nah, melalui kegiatan inilah mereka diberi petunjuk bagaimana mengelola koperasi yang baik dan benar,” terangnya.

” Kita berharap, dari kegiatan ini apa apa yang disampaikan dalam proses ini dapat menjadi bekal bagi para pengelola dalam membangun koperasinya masing masing. Itulah harapan kita,” katanya.

Sementara itu, Kadis Koperindag Trianto saat menutup acara memomoa semangat para pengelola koperasi yang mengikuti Diklat tersebut. Agar mengedepankan manajemen yang baik dan benar dengan azas dan prinsip koperasi yang sudah diatur oleh undang undang.

” Manajement Koperasi harus terkelola dengan baik, baik itu keanggotaan, struktural, administrasi dan keuangan. Kemudian menjadikan ADRT sebagai acuan dalam mengelola organisasi koperasi, baik itu simpan pinjam dan koperasi lainnya,” katanya.

Dia menjelaskan, Maju mundurnya koperasi itu tergantung dengan sistem pengelolaan, azas transfaran, kebersamaan dan kekeluargaan. “Kalau bapak ibu berpegang pada prinsip itu, saya sangat yakin setiap masalah dalam lembaga bisa terpecahkan dan koperasi bisa berjalan dengan baik,” katanya.

” Namun sebaliknya jika sebuah koperasi mengalami kemunduran, hampir dipastikan ada sistem pengelolaan yang salah dan kurang tepat,” katanya tegas.

Namun dia berharap, agar pengelola koperasi tidak patah arang dalam memajukan lembaga koperasinya masing masing. “Jika terjadi kendala dan butuh masukan dan arahan silahkan konsultasi dengan kami,” pungkasnya. (Nil)