Ultimate magazine theme for WordPress.

Meski Sibuk, Bupati Cek Endra Tetap Istiqomah Galakkan Subling ke 279 Masjid

Bupati memberikan arahan saat subling di Gunung Kembang. (PJ/Hid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Ditengah kesibukannya sebagai abdi negara yakni kepala Daerah, Drs H Cek Endra Bupati Sarolangun tidak henti hentinya terus istiqomah turun ke masyarakat menjalankan syi’ar agama sebagai salah satu program mulia semasa kepemimpinannya.

Dalam hal ini memuliakan masjid dengan shalat berjamaah, subuh keliling sembari memberikan himbauan serta menyerap aspirasi, sekaligus merajut kebersamaan bersama masyarakatnya.

Hari ini tepat pada Kamis (25/02/2021) beliau turun untuk melaksanakan Sholat subuh secara berjamaah di mesjid Al-Aman, Kelurahan Gunung Kembang, Kecamatan Sarolangun.

Mesjid Al-aman itu, merupakan mesjid yang ke-279 kalinya dikunjungi oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun sejak program itu dilaksanakan.

Bupati Cek Endra dalam sambutanya tidak lelah untuk selalu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama memakmurkan mesjid dengan melaksanakan Sholat lima waktu tepat waktu.

“Dengan Sholat Subuh berjamaah salah satu cara pendekatan diri kepada Allah untuk itu kami mengajak masyarakat Kabupaten Sarolangun mari kita meramaikan masjid dan sholat berjamaah 5 waktu di masjid karena masjid adalah rumah Allah di dunia ini,” katanya.

Cek Endra juga mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak sedekah, menyantuni anak yatim, serta memperbanyak amal yang sholeh.

“Apa pun yang kita dapat di dunia ini baik rezeki, kesehatan, pertemuan semuanya dari Allah di dunia kita bisa cuma berusaha dan berikhtiar. Keputusan ada di tangan Allah semuanya dari Allah kembalinya pun kepada Allah,” katanya

Terpisah Kabag Kesra Setda Sarolangun, Fuady mengatakan bahwa memang Pemerintah Kabupaten Sarolangun sejak bulan Januari yang lalu telah kembali melaksanakan Sholat shubuh keliling secara berjamaah, setelah sempat ditiadakan sementara karena pandemi virus corona (covid-19).

“Shubling sudah dilaksanakan, karena selama pandemi ini hampir 10 bulan lebig kita sempat vakum, dan setelah tahun baru kita sudah melaksanakan shubling,” katanya.

Dalam pelaksanaan shubling sendiri, kata Puady, tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dalam rangka memutus mata rantai penularan wabah virus corona. Seperti memakai masker, menjaga jarak hingga membawa sajadah masing-masing.

“Maka mari kita berdoa bersama agar virus ini cepat berakhir, dan shubling ini bahwa sanya covid tidak jadi alasan kita untuk tidak melaksanakan shubling berjamaah,” katanya.

Selain itu, shubling secara berjamaah yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Sarolangun di masa pandemi ini, dibagi menjadi dua tim, yang sebelumnya hanya satu tim.

“Kita tetap dua kali dalam seminggu, dan sesuai instruksi bapak bupati, pelaksanaannya bagi opd itu dibagi dua, tidak sama dengan yang lalu, sekarang dijadikan dua tim. Agar tidak terlalu padat dan kita bisa mengatur jarak. Mari kita kobarkan semangat pejuang-pejuang subuh memakmurkan mesjid dengan catatan kita tetap mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin,” katanya. (Wahid)