Ultimate magazine theme for WordPress.

Musim Penghujan, Sakwan : Sektor Pertanian Tetap Berjalan

Petani saat melakukan panen padi ladang, (PJ/Hid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Meski musim penghujan yang terjadi saat ini, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sarolangun terus mendorong para petani untuk terus melakukan cocok tanam.

Kadis TPHP Drs Sakwan mengatakan selama musim hujan ini memang pihaknya mendapatkan laporan adanya areal persawahan yang terkena banjir dan mengakibatkan gagal panen.

Hanya saja jumlahnya tidak begitu besar jika dibandingkan total luas areal sawah yang ada di Kabupaten Sarolangun.

“Musim penghujan ini tidak berpengaruh begitu besar terhadap pertanian sawah kita, karena adapun banjir beberapa kali, tapi itu hanya sekali lewat, satu hari sudah kering. Dan memang ada yang fuso (gagal panen) sekitar 15 Hektar, tapi itu kecil jika dibandingkan luas sawah yang ada di Sarolangun sebanyak 5.300 hektar,” katanya, Senin (15/02/2021).

Bahkan kata Sakwan, saat ini sejumlah kelompok tani di beberapa kecamatan telah melakukan panen padi, khususnya padi ladang. Seperti di Kecamatan Bathin VIII, Kecamatan Batang Asai dan Kecamatan Pauh.

“Di bathin VIII padi ladang sudah siap panen, begitu juga di bathin pengambang, Kecamatan Batang Asai dan hari ini di Sepintun, Kecamatan Pauh juga panen padi ladang, kita diundang untuk hadir,” katanya.

Meski begitu, bagi petani yang sawah padinya terkena dampak banjir dan mengalami fuso, pihaknya akan tetap berupaya membantu para petani untuk mendapatkan benih padi kembali.

Untuk produksi padipun pengaruhnya tetap lebih kecil akibat fuso tersebut, karena hanya ada beberapa petani yang mengalami gagal panen dengan luaskan 1-2,5 hektar setiap petani.

“Fuso ini tetap jadi perhatian, nanti kita akan bantu benih kepada petani. Dan yang lain tetap berjalan,” katanya.

Selain itu, katanya, untuk peningkatan ketahanan pangan pada sektor padi, saat ini para petani sangat terbantu dengan adanya program Percepatan pembangunan desa dan kelurahan (P2DK).

Pasalnya, dari program P2DK ini, para petani sangat terbantu dengan adanya bantuan pupuk.

“Semua P2DK berperan disitu, terutama masalah pupuk, karena pupuk melalui P2DK dan kita bantu benih. P2DK yang khusus pangan, berupa padi, jagung, serta buah-buahan, sayuran dan segala macam, itu sudah berjalan secara baik, dan peningkatan produksi lumayan,. Karena benih dari kita, dan pupuk dari P2DK,” katanya.

Untuk pembinaan kepada petani, lanjutnya saat ini setiap desa dan kelurahan sudah ada petugas penyuluh lapangan (PPL), yang siap membantu petani untuk bercocok tanam yang baik.

“Pembinaan tetap kita lakukan melalui ppl yang siap di lapangan, kalau dilapangan mengalami kekurangan ppl, nanti kades tetap akan berkoordinasi dengan kita. Kemampuan ppl kan berbeda, ada yang lebih dan ada yang kurang, dan yang kurang ini akan kita tutupi dengan yang lain supaya teratasi hal yang ada di lapangan,” katanya. (Wahid)