Ultimate magazine theme for WordPress.

Ombudsman Jambi Buka Pos Pengaduan Di Dukcapil Sarolangun

PENAJAMBI.CO, SarolangunOmbudsman RI Perwakilan Provinsi Jambi melakukan jemput bola ke Kabupaten Sarolangun, dalam menerima pengaduan atau keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun.

Salah satunya, di Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Sarolangun. Ombudsman RI Perwakilan Jambi membuka Pos Pengaduan Penerimaan dan Verifikasi laporan (PVL) on the spot, Kamis (16/07/2020) kemarin.

Kepala Bidang PVL Ombudsman Jambi, Ruri Kurnia Putri, mengatakan bahwa memang pihaknya pada tahun ini memiliki program PVL on the spot, yang tujuannya untuk melihat langsung pelayanan publik di instansi pemerintah daerah yang ada di Provinsi Jambi.

Ia menyebutkan, alasan Kabupaten Sarolangun yang dipilih dalam program PVL on the spot tersebut, dikarenakan memang Kabupaten Sarolangun menjadi salah satu daerah yang minim jumlah laporan berupa Pengaduan terhadap ombudsman Jambi.

“Selama ini masyarakat yang ingin melapor harus datang ke kantor, tapi kali ini kami langsung jemput bola. Kami pilih Sarolangun yang kami jadikan titik on the spot kami dalam Pvl, karena sementara ini jumlah laporan dari sarolangun cukup kecil di ombudsman, makanya kami datang kesini untuk melihat pelayanan secara langsung,” katanya.

Ia juga menjelaskan pelayanan masyarakat di kantor dinas dukcapil sarolangun saat ini memang tetap ramai meski di tengah merebaknya wabah virus corona. Jadi, tentunya dengan adanya pos Pengaduan tersebut masyarakat bisa melaporkan langsuht Pengaduan apa saja terkait pelayanan yang diberikan oleh dinas dukcapil sarolangun.

“Masyarakat jika mendapatkan pelayanan yang kurang baik, silahkan laporkan ke kami. Dan saat ibu ada melapor karena sudah datang dua hari yang lalu, tapi belum selesai karena alasan jaringan,” katanya.

Ia juga menambahkan untuk tahun 2019 yang lalu, Dinas Dukcapil Sarolangun mendapatkan penilaian dari ombudsman dengan kategori hijau, karena memang secara penilaian kepatuhan dan syarat Standar Operasional pelayanan sudah hijau.

“Cuman kami melihat kualitas pelayanan. Tahun ini tidak ada penilaian karena masa covid, dan di masa covid ini agar masyarakat maupun penyelenggara pelayanan agar betul menerapkan standar kesehatan, harus jaga jarak dan pakai masker,” katanya.

“Kalau kami lihat sudah ada kursi roda bagi disabilitas, khusus disabilitas jadi untuk pelayanan harus ada loket tersendiri, dan ketika masuk dia tidak antrian dengan yang lain. Harusnya ada jemput bola dari pihak sini, pelayanan ke rumah,” kata dia menambahkan.

Halaman selanjutnya >