Ultimate magazine theme for WordPress.

Sarolangun Tetapkan Status Siaga Darurat Covid-19

Kepala BPBD didampingi Kabag Ops Polres dan jajaran saat diwawancarai, (Foto: Wahid Penajambi.co)

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Pemerintah Kabupaten Sarolangun saat ini telah menetapkan status siaga darurat terkait pandemi corona virus disease-2019 (Covid-19) di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Kepala BPBD Sarolangun Trianto, mengatakan bahwa penetapan status tersebut menindaklanjuti surat edaran Kemendagri nomor 440/26/22/SJ tentang percepatan penanganan wabah covid-19, dalam rapat forum komunikasi pemerintah Daerah (Forkompinda).

“Pemerintah Kabupaten Sarolangun sudah melakukan rapat Forkompinda menetapkan status siaga darurat covid-19 di Kabupaten Sarolangun. Sesuai dengan arahan petunjuk surat edaran Mendagri tentang percepatan penanganan covid-19 langsung diketuai oleh Pak Bupati, Wakil Ketua Pak Dandim sekaligus dengan otoritas kewenangan,” katanya, Jumat (24/04/2020) kemarin.

Dengan ditetapkan status siaga darurat Covid-19 ini, Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui tim gugus tugas yang dibentuk melakukan berbagai upaya penanganan untuk melakukan pencegahan penyebaran covid-19 ini.

Untuk penanganan kesehatan, katanya, saat ini telah dibentuk posko empat titik yakni Call Center di Kantor Bupati, Sekretariat Penanganan di Kantor BPBD Sarolangun, Sekretariat Medis di Kantor Dinas Kesehatan dan Pos pemantau.

Pos pemantau ini, katanya ada tiga titik yakni Pos Pemantau 1 di Kecamatan Singkut yang berbatasan dengan wilayah Sumatera Selatan, Pos pemantau 2 di Kecamatan Bathin VIII berbatasan dengan Kabupaten Merangin dan Pos pemantau 3 di Kecamatan Mandiangin berbatasan dengan Kabupaten Batanghari.

“Setiap pos terdiri dari seluruh tim, ada dari camat, TNI/Polri, Dinas kesehatan dibantu skpd lain, lengkap tim terpadu. Dan untuk petugas yang ada di posko kita siapkan makan, kopi, teh, dan bantuan uang transport yang langsung diberikan,” katanya.

Petugas yang ada di pos pemantau ini akan melakukan pemantauan selama 24 jam untuk melakukan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yang ingin masuk ke wilayah Kabupaten Sarolangun.

“Sesuai arahan pimpinan, tetap kita laksanakan 24 jam. Petugas saat melaksanakan pemantauan, kendaraan yang masuk dihentikan untuk Klarifikasikan, kalau dia ingin masuk ke sarolangun, itu wajib diperiksa. Ketika berkeinginan ke sarolangun baik mobil pribadi, ataupun bus, travel kita periksa dengan rapid test,” katanya.

Halaman Selanjutnya >