Ultimate magazine theme for WordPress.

Sekda : Belum Ada Anggaran Khusus Untuk Vaksin Covid

Sekda saat diwawanacarai, (PJ/Hid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Sekretaris Daerah Ir Endang Abdul Naser, menyebutkan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Sarolangun belum ada menganggarkan untuk pengadaan vaksin dalam penanganan wabah virus corona (covid-19).

“Untuk khusus vaksin memang belum ada dan juga belum ada laporan dari dinas kesehatan,” kata dia, Rabu (10/02/2021), kepada para awak media.

Kata Sekda, tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Sarolangun hanya menganggarkan penanganan wabah virus corona sebesar Rp 5 Miliar dari alokasi APBD Kabupaten Sarolangun.

Anggaran tersebut terbagi di sejumlah opd dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Diantaranya Dinas Kesehatan dilokasikan sebesar Rp 1,2 Miliar, RSUD Sarolangun sebesar Rp 1,2 Miliar, Dinas Sosial sebesar Rp 600 Juta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun sebesar Rp 600 Juta.

Kemudian Satpol PP Sarolangun sebesar Rp 200 Juta, Dinas Ketahanan Pangan sebesar Rp 400 Juta, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) sebesar Rp 400 Juta dan Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) sebesar Rp 400 Juta.

“Kita anggarkan 5 miliar, di sejumlah opd seperti Dinas kesehatan, Dinas Sosial, RSUD, Dinas Ketahanan pangan. Jadi kalau itu kita sudah duluan. Kalau minta di potong 8 persen sudah kita laksanakan tapi bukan untuk vaksin,” katanya.

Maka ia menyebutkan rencana pada Kamis (11/02/2021), akan dilakukan rapat terkait rencana refocusing anggaran sebesar 8 persen untuk covid-19, karena belum diketahui untuk pelaksanaan vaksinasi tahap kedua setelah didahulukan bagi tenaga kesehatan.

“Kita ada rencana refocusing 8 persen untuk covid-19 tapi kami belum rapat tim, rencana besok kita akan lakukan rapat, tapi kalau secara anggaran sudah kita anggarkan. Untuk tahap pertama ini sebanyak 3000 kemarin sudah selesai dan kita lagi menunggu yang kedua ini, apakah bayar atau tidak, kita belum tahu. Itulah mau dirapatkan, surat itu belum turun, baru baca di WhatsApp,” katanya. (Wahid)