Ultimate magazine theme for WordPress.

Sungai Batang Limun Meluap, Empat Desa Terkena Banjir

Penampakan kondisi banjir sungai batang limun, (PJ/Hid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Curah hujan yang terus mengguyur di wilayah Kabupaten Sarolangun, terutama di Kecamatan Limun, mengakibatkan air sungai batang limun meluap.

Kamis (19/11) pagi, dengan meluapnya air sungai batang limun itu membuat sebanyak 4 desa di Kecamatan Limun terkena banjir.

Keempat desa itu, yakni desa Demang, Desa Monti, Desa Suka Damai, dan Desa Panca Karya.

Dari informasi yang dirangkum, banjir tersebut membuat genangan air di tengah jalan desa setinggi betis orang dewasa atau sekitar 60-80 Cm.

Banjir terjadi dikarenakan hujan mengguyur deras melanda Sarolangun, Kamis malam 19 November 2020, kiriman banjir diduga kiriman dari hulu- an kecamatan limun.

Menyebabkan air meluap di sungai batang limun dan sungai batang Asia. Air kuning bercampur tanah sampai masuk ke rumah warga di desa Demang.

“Saya turun langsung ke lapangan. Ada 4 desa dataran rendah yang terdampak,” ungkap Camat Limun, Sibawaihi.

Camat menjelaskan akibat banjir tersebut untuk saat ini tidak ada korban jiwa, namun banjir yang diketahui melanda sejak dini hari itu masih bertahan.

“Banjir ini datang sejak subuh pagi, kini tepatnya jam 12 siang air masih bertahan. Kemungkinan volume banjir masih meningkat atau masih ada banjir susulan,” katanya.

Camat juga menghimbau kepada masyarakat yang berada di sepanjang jalur daerah aliran sungai (DAS) untuk senanrian waspada terhadap bencana banjir, karena tidak menutup kemungkinan air sungai kembali naik karena curah hujan yang terus terjadi.

“Kita himbau masyarakat agar tetap hati-hati, karena ini masih pagi, air sungai masih tambah naik,” katanya.

Sementara itu, warga Desa Demang, Maznah mengatakan, warga sempat panik. Pasalnya air yang merendam sedalam ukuran betis orang dewasa itu hingga Kamis siang belum juga berkurang.

“Kami sempat panik. Selain rumah tiang panggung yang didataran rendah lah terendam galo, sebagian barang-barang dapat kami pindahkan, namun sebagian lainnya ada juga yang basah,” katanya.

Terpisah, AnggotaTim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten SSarolangun, Hidayat mengatakan, pihaknya tidak menurunkan armada dan perlengkapan bencana lainnya ke lokasi banjir.

“Ini lantaran banjir melanda Kecamatan Limun hari ini masih berskala kecil artinya hanya genangan luapan air sungai yang setinggi lutut orang dewasa. Jadi dari BPBD tidak menurunkan alat bantuan perlengkapan bencana, cukup mengutus beberapa orang perwakilan dari petugas saja,” katanya. (Wahid)