Ultimate magazine theme for WordPress.

Trianto BPBD: Bencana itu milik kita bersama, Perusahaan Wajib Terlibat

Arsip: Redaksi Penajambi / Bupati Cek Endra bersama pihak BPBD tengah meninjau Banjir di Mandiangin tahun 2019 lalu.

 

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Memasuki cuaca Ekstrim dan musim penghujan Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, saat ini tengah konsen melakukan persiapan upaya penanggulangan bencana baik itu Banjir maupun Longsor dan angin puting beliung.

Trianto Kepala BPBD saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (08/01/2020) menyebutkan bahwa, dari pihaknya sudah menyiapkan hampir kurang lebih 700 relawan bencana, yang terdiri dari warga desa tangguh bencana yang sudah terlatih.

“Upaya kita ya, pertama kita sudah siapkan kurang lebih 700 orang relawan yang sudah terlatih dari warga Desa tangguh bencana yang sudah kita bentuk, ditambah lagi dari personil kita dan bantuan TNI, Pol PP dan Polri,” kata Trianto.

Terkait itu semua, pihaknya juga kemarin telah melakukan kerjasama lintas sektoral, Pol PP, TNI dan Polri dalam menanggulangi dampak bencana.

“Kemarin juga kita sudah apel gabungan, bersama pihak Kodim dan Polres, sebagai bentuk kerjasama lintas sektoral,” kata Trianto lagi.

Meskipun bencana Bansor belum datang, namun persoalan ini adalah tanggung jawab bersama yang harus disikapi secara bersama.

Seperti pihak perusahaan kata dia juga wajib ikut serta dalam menanggulangi bencana, mulai dari moril dan materil karena mereka bagian dari segitiga biru.

“Bukan kita saja, bayangkan dalam logo segitiga biru itu ada peran wajib keterlibatan pelaku usaha ikut serta dalam menanggulangi bencana, mulai dari dukungan moril maupun materil,” ujarnya tegas.

Kembali dijelaskan dia, untuk jumlah Desa yang terdampak banjir yakni kurang lebih 65 Desa, rata-rata desa yang berada di bantaran aliran sungai Batang Asai dan Tembesi. Dan longsor ada 12 Desa yakni berada di Kecamatan Limun dan Batang Asai.

Namun lanjut dia, tidak menutup kemungkinan juga desa yang di bantaran sungai tebing terkena abrasi oleh air, sehingga berdampak pada longsor tebing.

Oleh sebab itu dia menghimbau agar terkait bencana yang ada di Sarolangun, semua element bisa terpanggil, sebab bencana ini tugas dan beban bersama.

“Peran para Kades dan perangkatnya juga harus tanggap terhadap sukarelawan yang ada di Desanya masing-masing yang terdampak potensi bencana, jadi jangan diam harus turun tangan,” tandasnya. (Nil)