Ultimate magazine theme for WordPress.

1.111 KK Di Kecamatan Pauh Terima Bantuan Beras Ditengah Wabah Covid-19

Wabup Hillalatil Badri didampingi Camat Pauh saat menyerahkan bantuan, (Foto: Wahid/Penajambi.co).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Pemerintah Kabupaten Sarolangun mulai hari ini melakukan penyaluran bantuan beras kepada masyarakat miskin, ditengah wabah virus corona (Covid-19) yang telah berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Sarolangun H Hillalatil Badri mengatakan bahwa penyerahan bantuan beras dengan jumlah 20 kg per Kepala Keluarga disalurkan sebanyak tiga tahapan yakni bulan April, Mei dan Juni Mendatang selama masa darurat bencana Covid-19.

Senin (13/04/2020) Pemerintah Kabupaten Sarolangun menyalurkan bantuan beras di dua kecamatan yakni Kecamatan Pauh dan Kecamatan Sarolangun.

Baca juga: Beras Untuk Warga Miskin Terdampak Covid-19 di Kecamatan Sarolangun Disalurkan

Kata Wabup, Di Kecamatan Pauh ada sebanyak 1.111 Kepala Keluarga selaku penerima bantuan beras tersebut, yang diserahkan secara simbolis di Kantor Camat Pauh, hingga dilanjutkan oleh pemerintah desa setempat.

“Kita harap kepada para kades bantuan ini disalurkan kepada yang berhak menerima, jadi pemerintah daerah membagikan beras 20 kg kepada setiap kk, Tahap pertama sebelum Puasa, tahap kedua sebelum lebaran dan Tahap ketiga setelah lebaran hari raya idul fitri,” katanya.

Wabup juga meminta seluruh elemen masyarakat khususnya unsur Tripika Kecamatan untuk sama-sama melakukan pemantauan dalam penyaluran bantuan beras tersebut, sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran kepada masyarakat miskin.

“Ini akan kita Pantau terus penyerahan kepada masyarakat di seluruh kecamatan. Hari ini di Kecamatan Pauh dan siang nanti di Kecamatan sarolangun. Saya harap juga kepada awak media untuk sama sama kita memantau bantuan ini, supaya tepat sasaran yang betul berhak menerima,” katanya.

Selain itu, kata Wabup bantuan beras ini juga tentunya sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah Kabupaten sarolangun terhadap kondisi ekonomi masyarakat sarolangun yang mayoritasnya mengandalkan ekonomi dari hasil perkebunan karet, sedangkan harga karet saat ini anjlok.

“Saya minta juga jangan karena ada unsur kekeluargaan, jadi dia menerima bantuan beras ini, karena kita tahu kondisi covid-19 berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Contoh harga karet sekarang yang tidak ada harga lagi, cuman Rp 2.000 perkilonya, tentu dengan posisi sekarang masyarakat dihimbau tidak keluar rumah, tentu kita harus pikirkan untuk ekonomi masyarakat dan jadi ini salah satu bentuk kepedulian yang merupakan kebijakan bapak bupati Sarolangun yang patut kita dukung bersama untuk membantu masyarakat,” katanya. (Wahid)