Ultimate magazine theme for WordPress.

112 Orang Pelamar Calon Anggota Polri di Polres Sarolangun Terima Nomor Peserta

Kabag Sumda dan anggota saat melihat prosesi uji tes tinggi badan pendaftar di Polres Sarolangun, (Foto: Husnil Penajambi.co).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Sejak dibuka pada 7 Maret lalu hingga 3 April ini, jumlah pendaftar Calon Anggota Polri di Polres Sarolangun yang berkasnya sudah diverifikasi dan memiliki nomor peserta mencapai 112 orang.

112 orang tersebut masing-masing terbagi untuk taruna Akpol hanya 1 orang pelamar, Bintara PTU Laki-laki 86 orang Wanita 14 orang, Bakomsos 5 orang dan Tamtama Brimob 6 orang.

Hal itu dikatakan Kapolres AKBP. Deny Heryanto melalui Kabag Sumda Kompol M. Jalaluddin didampingi Paurminpers Bagian Sumda Bripka M. Taufik, ditemui Jum’at (03/03/2020).

“Pelamar banyak, tapi sejak dibuka sampai hari ini total kurang lebih 112 orang yang berkasnya terverifikasi atau memenuhi syarat, semuanya juga sudah dapat nomor peserta,” katanya.

Hanya saja dalam tes kali ini Kata Kabag Sumda, yang menjadi skala prioritas dan sedang dibuka dengan jalur khusus itu Formasi Bidan dan Perawat D3 dan S1, namun di jalur ini sedikit sekali yang mendaftar.

Persyaratannya tidak begitu rumit diantaranya, bagi yang lulus Bidan dan Perawat diutamakan mendaftar dengan mengikuti seleksi di Mabes Polri dengan ketentuan umur Sarjana D3 23 tahun, S1 24 tahun, memiliki STR, tinggi badan 160 Cm. Sedangkan tinggi badan untuk perawat pria 163 Cm, Wanita 160 Cm.

“Kalau bidan dan perawat itu sangat dibutuhkan saat ini, peluangnya cukup besar, sebab dia jalur khusus kalau lengkap syaratnya bisa langsung tes, cuma ya itu tadi peminatnya sedikit sekali padahal ini peluangnya cukup besar,” kata Kabag Sumda lagi.

Dia juga menegaskan, agar para pendaftar hingga tanggal 6 April penutupan nanti, tidak mudah percaya dengan orang atau oknum calo yang mengaku bisa meluluskan peserta.

Sebab Polri memegang teguh prinsip BETAH (Bersih Transfaran, Akuntabel dan Humanis).

“Polri berpegang teguh pada prinsip Bersih Transfaran, Akuntabel dan Humanis (BETAH). Jadi, jika ada yang mengaku bisa meluluskan itu tidak benar dan jangan mudah percaya, semua tahapan murni tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (Husnil)