Ultimate magazine theme for WordPress.

3.131 Warga Sarolangun Dapat Jatah Bantuan JPS Provinsi

Gubernur didampingi Wabup Hillalatil Badri saat menyerahkan bantuan ke Warga JPS secara simbolis, (Wahid Penajambi.co).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Gubernur Jambi Fachrori Umar dan jajaran, ke Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, menyerahkan bantuan sosial berupa Jaring Pengaman Sosial (JPS) anggaran Covid-19 Provinsi Jambi, Selasa (02/06/2020).

Kadis Sosial Pemerintah Provinsi Jambi Arief Munandar, mengatakan bahwa bantuan Jaring Pengaman Sosial di Provinsi Jambi diberikan kepada 30.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 11 Kabupaten/Kota dalam wilayah provinsi Jambi, yang dianggarkan melalui anggaran pemerintah provinsi Jambi.

Katanya, bantuan JPS ini diberikan dalam dua bentuk, yakni sebesar Rp 250 ribu dalam bentuk uang tunai dan bantuan sembako senilai Rp 300 ribu, yang diberikan selama tiga bulan sejak bulan Mei, Juni dan Juli tahun 2020.

“Program jaring pengaman sosial ini ada dari pemerintah pusat seperti program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), BLT dana desa, BST kemensos, dan juga dari pemerintah daerah provinsi dan Kabupaten,” katanya saat mendampingi Gubernur Fachrori

“Untuk pemerintah provinsi Jambi kita menyalurkan bantuan JPS kepada 30.000 kpm di 11 Kabupaten/Kota berdasarkan data sosial terpadu, senilai Rp 250 ribu dalam bentuk uang tunai dan Rp 300.000 dalam bentuk sembako, distribusi dilakukan melalui pt pos Indonesia yang langsung mendatangi masyarakat di desa,” katanya lagi.

Untuk Kabupaten Sarolangun, katanya, dialokasi sebanyak 3.131 penerima manfaat atau KPM, dengan anggaran senilai Rp 1,878 Miliar setiap bulannya.

“Jadi bulan juni, distribusinya dilakukan dua kali, dan kendala kami hadapi adalah masalah data, kami harap data betul bersih sehingga tepat sasaran,” tegasnya.

Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah melakukan berbagai upaya dalam rangka pencegahan dan percepatan penanganan covid-19 di wilayah bumi sepucuk adat Serumpun pseko.

Diantaranya menyediakan posko penanganan call center, pokso gugus tugas, posko screning di rumah sakit, posko pemantauan di Kecamatan. Kemudian penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat, pelaksanaan program Padat karya untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19 serta pemotongan anggaran dengan total lebih kurang Rp 25 miliar lebih.

“Tentunya kita terus melakukan penyuluhan covid-19 kepada masyarakat sarolangun, melakukan pemantauan kepada masyarakat yang baru datang dari luar daerah, serta penyemprotan disinfektan di fasilitas umum. Untuk jumlah ODP 0 orang, PDP 0 orang, pasien positif sebanyak 3 orang, per tanggal 01 Juni 2020,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Fachrori Umar mengatakan pemerintah provinsi Jambi melakukan berbagai kebijakan dalam percepatan penanggulangan covid-19, salah satunya dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 ribu kepada masyarakat yang terkena dampak dari pandemi covid-19, dengan jumlah penerima sebanyak 30.000 jumlah keluarga penerima manfaat (KPM).

“Ini bentuk kontribusi pemerintah provinsi Jambi dalam mengurangi beban pemerintah kabupaten/Kota, maka diharapkan penyaluran jps ini dilakikan dengan prinsip tiga T yakni tepat jumlah, tepat sasaran, dan tepat waktu,” katanya.

Ia berharap dengan agar masyarakat untuk dapat mematuhi anjuran pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Saya harap seluruh masyarakat khususnya di sarolangun dapat secara bertahap disalurkan kepada masyarakat dengan tetap berpegang teguh pada kebijakan sosial dan physical distancing,” katanya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara standar yang dilakukan oleh tim tenaga medis untuk melakukan pengecekan suhu tubuh kepada para peserta kegiatan serta menerapkan cuci tangan dengan hand sanitizer. (Wahid)