Ultimate magazine theme for WordPress.

APKK Demo Kantor Inspektorat Sarolangun

Aliansi Pecinta Keadilan dan Kebenaran (APKK).

SAROLANGUN, PENAJAMBI.co – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Pecinta Keadilan dan Kebenaran (APKK) Kabupaten Sarolangun melakukan aksi damai ke Kantor Inspektorat Sarolangun, Selasa (22/02/2022).

Para demonstran bergerak dari halaman Pendopo Lapangan Gunung Kembang Kantor Bupati Sarolangun lalu bertolak ke Kantor Inspektorat Sarolangun untuk menyampaikan aspirasi dengan membawa selebaran kertas, kertas karton, balok kayu serta soundsystem.

Dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan Polres Sarolangun, yang dipimpin langsung Kasat Samapta Polres Sarolangun AKP Syarifuddin Amir SH, Kasat Intelkam Polres Sarolangun Iptu Jabidi serta personil TNI/Polri dan Kesbangpol Sarolangun.

Koordinator Umum Dani Lestison, dalam orasinya meminta Kepala inspektorat Sarolangun untuk bekerja secara transparan dan profesional dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya.

“Kami minta bapak keluar temui kami, jangan bapak datang kantor hanya absen. Kami minta bapak mundur jika tidak mampu melaksanakan tugas. Bapak inspektur ini selalu menghilang, tiga bulan kami mencari keberadaan bapak ternyata hilang, apa yang terjadi dengan inspektur ini,” katanya.

Dani juga menegaskan agar menindaklanjuti apa yang telah disampaikan sebelumnya dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu yang lalu, jika memang tidak bisa memenuhi tuntutan yang disampaikan, lebih baik mundur dari jabatannya secara terhormat.

“Kami menanyakan bagaimana kelanjutan terhadap apa yang kami tuntut kemarin dalam aksi sebelumnya. Kami minta apa yang terjadi hari ini disampaikan kepada Bapak Bupati Sarolangun bahwa kepala inspektorat Sarolangun bekerja tidak jelas. Integritas Inspektorat ini tergadai karena ada isu-isu miring di tubuh inspektorat ini yang dilakukan oleh oknum di inspektorat,” katanya.

Senada juga disampaikan Koordinator II, Zoris mengatakan bahwa seharus kepala inspektorat dapat mengayomi dan melaksanakan tugas dengan baik sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, inspektorat Sarolangun dinilai tidak menjalankan Keterbukaan informasi publik sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang tentang KIP. Apabila kepala inspektur tidak menemui kami, maka pihaknya akan menyegel kantor inspektorat dengan membawa kayu dan palu.

“Khususnya menyampaikan informasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat melalui inspektorat sesuai UU tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Kami ingin menanyakan informasi tapi nyatanya tidak ada, karena alasan Peraturan Bupati Sarolangun. karena tidak mau memberikan informasi kepada kami, kami menyimpulkan bahwa selama ini inspektorat sarolangun telah bermain dan bekerja sama untuk menutupi semua kebusukan di pemerintah daerah kabupaten Sarolangun,” katanya.

Dalam aksi itu, para demonstran menyatakan sikap bahwa selama ini mereka menilai kantor inspektorat yang di komandoi oleh seorang inspektur dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya sangat tidak jelas, bahkan terkesan mandul.

Maka dari itu, Aliansi pecinta keadilan dan kebenaran (APKK) Kabupaten Sarolangun menggelar aksi damai di halaman kantor inspektorat Sarolangun, menuntut sebagai berikut :

1. Mendesak kepala inspektorat kabupaten Sarolangun untuk transparansi terhadap pengembalian kerugian negara.
2. Mendesak kepala inspektorat Sarolangun untuk transparansi dalam melakukan audit dana desa.
3. Mendesak kepala inspektorat Sarolangun untuk bekerja secara profesional.

Berdasarkan beberapa tuntutan kami diatas, kami meminta kepada kepala inspektorat Sarolangun untuk mundur secara terhormat jika tidak mampu menjalankan tugas dan wewenangnya.

Aksi damai dari APKK mendapatkan sambutan dari inspektorat Sarolangun diwakili oleh Sekretaris Inspektorat H M Zaini dan Inspektur Pembantu Abu Nawas dan Reza.

Sekretaris Inspektorat H M Zaini meminta maaf kepada para demonstran karena dalam hal ini kepala inspektorat Henriman tidak bisa hadir menemui pendemo karena dalam keadaan isolasi di RSUD Sarolangun, berhubung baru pulang dari luar daerah.

“Bapak inspektur Henriman dalam keadaan isolasi di RSUD Sarolangun karena baru pulang dari luar daerah yakni dari Jakarta, kalau tidak percaya silahkan lihat ke RSUD Sarolangun. Saya usahakan mediasi bertemu dengan bapak-bapak bersama kepala inspektorat, tapi saya koordinasikan dulu karena kami belum ada koordinasi,” katanya.

Zaini juga menyampaikan terima kasih kepada kawan-kawan LSM yang telah menyampaikan aspirasi kepada inspektorat Sarolangun sebagai bentuk kontrol sosial sehingga inspektorat kedepan dapat bekerja dengan lebih baik lagi.

“Kalau ada oknum inspektorat yang memeras harus diselidiki apakah benar adanya, dan memang harus datanya secara valid, jangan hanya asal omong. Kalau memang ada oknum inspektorat yang melakukan tugas tidak sesuai aturan yang berlaku, silahkan kita laporkan ke bapak bupati kalau perlu oknum itu di copot,” katanya.

Aksi demonstrasi pun berakhir dengan damai, bahwa inspektorat Sarolangun berkomitmen akan melakukan pertemuan dengan para demonstran setelah kepala inspektorat selesai menjalani isolasi di RSUD Sarolangun. (Wahid)