Ultimate magazine theme for WordPress.

Berproses di PKD GP Ansor, Hurmin:  Mohon Bimbing Saya

 

Tampak Hurmin tengah serius mendengarkan arahan dan materi yang disampaikan para pemateri, (PJ3).

SAROLANGUN – Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Sarolangun tahun 2022 telah dimulai, Sabtu kemarin (02/07/2022), di pondok pesantren Alhasni, Kecamatan Sarolangun.

Sebanyak 60 orang peserta yang terdiri dari kalangan pemuda dari berbagai wilayah Kecamatan dalam Kabupaten Sarolangun mengikuti proses pengkaderan GP Ansor ini.

Menariknya dari puluhan peserta tersebut, ada salah satu peserta yang tak di sangka-sangka ikut berproses pengkaderan tersebut.

Dialah Hurmin,SE salah satu tokoh muda potensial Kabupaten Sarolangun, kondisi tersebut disambut baik oleh para panitia dan peserta serta pengurus Ansor.

Sama seperti peserta yang lain, dengan berbaju batik memakai sarung dan peci lazimnya santri NU di pondok pesantren, tanpa canggung terlihat Hurmin serius mengikuti materi, sesekali menebarkan senyum dengan sahabat sahabatnya yang lain.

Diketahui meski sudah memiliki segudang pengalaman di berbagai organisasi dan profesi, anggota DPRD Sarolangun Tiga Periode, Ketua PPP Kabupaten Sarolangun dua Periode, Bendahara Umum DPW PPP Provinsi Jambi bahkan organisasi pengusaha lainnya.

Sehingga terlihat dirinya tak mau menganggap ia seorang tokoh yang harus formal dihormati, sehingga peserta yang lain pun tak segan mengajaknya berbincang kecil dalam proses tersebut.

Nasuha seorang peserta ditanya terkait perihal Hurmin dalam proses kegiatan tersebut, ia mengaku seperti biasa dan layaknya seperti peserta yang lain.

” Saya awalnya terkejut ketika beliau ikut dalam PKD ini dan agak sedikit canggung, tapi ternyata tidak, beliau justru asik sama seperti sahabat yang lain, seolah beliau bukan seorang tokoh yang berpengaruh. Enak orangnya dan asik,” katanya.

Hurmin usai acara dibincangi media ini, mengaku telah lama berniat ingin ikut berproses dalam kegiatan badan otonom NU salah satunya GP Ansor.

Sebab dia berpendapat bahwa NU adalah bagian dari dirinya, yang lahir dari lingkaran keluarga NU kultural, sehingga ia ingin mendalami menimba ilmu dan pengalaman bersama organisasi dibawah Panji NU.

“Untuk bergabung dalam gerakan GP Ansor memang sudah dari lama bagaimana bisa berproses dari bawah, dan untuk menambah wawasan serta melatih kepemimpinan dan yang jelas organisasi ini membangun silaturrahmi, inikan ajaran agama kita, ” katanya.

Selain itu, Hurmin juga berharap organisasi GP Ansor kedepan dapat menjadi organisasi yang mampu mencetak kader-kader yang militan yang dalam barisan beridiologikan ahlusunnah waljamaah annahdliyah untuk mewujudkan visi dan misi organisasi sehingga laju jalannya program organisasi bisa dirasakan oleh masyarakat secara utuh.

“Mohon dukungan dan bimbingan dari seluruh sahabat senior untuk sama-sama dalam satu barisan GP Ansor dan membesarkan nama besar Nahdlatul Ulama khususnya di Sarolangun, saya pribadi ya siap berkontribusi sepanjang itu untuk kepentingan bersama dan bermanfaat langsung bagi organisasi dan daerah ini secara utuh, ” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai materi pelatihan kepemimpinan dasar diikuti seluruh peserta diantaranya materi wawasan kebangsaan, sejarah organisasi Nahdatul Ulama, Mars GP Ansor dan Sybanul Wathon, Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia dan Startegi Dakwah Islam Di Nusantara, Sejarah dan Visi Misi Organisasi GP Ansor, Identitas dan tokoh organisasi NU, Prinsip-prinsip ajaran Ahlusunnah Waljamaah serta prinsip-prinsip dasar keorganisasian dan kepemimpinan.(PJ3).