Ultimate magazine theme for WordPress.

Bulog Sarko Bantah Isu Dinsos Terima Fee Dalam Pembayaran Bantuan Beras Covid-19

Kepala Bulog Sarko saat diwawancarai awak media, (PJ/Hid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Sosial pada tahun 2020 ini menyalurkan bantuan sembako berupa beras premium dengan ukuran 20 Kg kepada masyarakat sarolangun yang terkena dampak ekonomi di tengah wabah pandemi virus corona (covid-19).

Bantuan sembako berupa beras tersebut disalurkan sebanyak tiga tahapan, yang bergulir sejak bulan April yang lalu hingga pada bulan Agustus.

Hingga saat ini penyaluran bantuan sembako tersebut sedang proses tahapan ketiga, yang disalurkan langsung oleh Bulog Sarko ke seluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sarolangun.

Namun ditengah penyaluran bantuan sembako tersebut, ada isu yang berkembang bahwa dinas sosial dalam pembayaran bantuan sembako berupa beras kepada bulog sarko, menerima fee dalam bentuk uang.

Ketika dikonfirmasi, Kadis Sosial H Juddin, S.Ag mengatakan bahwa isu yang tidak sedap tersebut tidaklah benar, bahwa pihaknya mendapatkan fee dalam pembayaran bantuan beras sembako tersebut. Katanya pihaknya selama ini bekerja dalam meringankan beban masyarakat akibat pandemi virus corona ini telah sesuai dengan yang ditetapkan.

“Kami dinas sosial setelah selesai penyaluran langsung kita bayar ke rekening bulog, jadi isu yang berkembang itu tidaklah benar,” katanya, Rabu (26/08/2020) kemarin.

Kata Juddin, bantuan sembako berupa beras 20 kg tersebut diberikan kepada 15.543 KK yang tersebar di seluruh kecamatan dengan jumlah total lebih kurang 310 ton beras yang disalurkan dengan kerja sama bulog sarko.

Penyaluran hingga saat ini sudah dua tahapan, tahapan pertama di bulan April dan tahapan kedua di bulan Mei, dan tahapan ketiga saat ini sedang berlangsung di bulan Agustus ini.

“Pembayarannya juga melalui rekening bulog pusat, setelah beras disalurkan kita langsung bayar melalui rekening. Setiap tahapan penyaluran itu kita bayar berjumlah Rp 3,10 Miliar. Bahkan kurang Rp 10 ribu saja, kita tetap ditagih oleh bulog dan tetap kita bayar lewat rekening,” katanya.

Katanya, secara umum dalam penyaluran bantuan sembako beras ini berjalan dengan baik dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat sarolangun di tengah wabah virus corona. “Sejauh ini tidak ada kendala, alhamdulillah lancar pelaksanaan di lapangan, dan saat ini kita lakukan evaluasi bantuan sembako ini, apakah nantinya dapat dilanjutkan atau tidak,” katanya.

Halaman selanjutnya >