Ultimate magazine theme for WordPress.

Cabe Merah Dan Kelengkeng Singkut Tekan Angka Inflasi Pasar Lokal


Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra saat melakukan Panen Raya bersama Masyarakat.

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra melakukan panen raya Cabe merah dan buah Kelengkeng di Balai Benih Unggul Hortikultura (BBUH) Desa Bukit Murau, Kecamatan Singkut, Rabu (4/3/2020).

Cabai yang dibudidaya oleh BBUH tersebut cukup menghasilkan sehingga berdampak terhadap upaya pengendalian angka inflasi daerah, terutama soal harga cabe yang termasuk bahan pokok.

Kadis TPHP H. Sakwan mengatakan bahwa pihaknya melakukan upaya pengembangan di sektor komoditi pertanian berupa Hortikultura di BBUH yang ada di Kecamatan Singkut tersebut.

Baca juga : Wabup Hillal Panen Raya Bersama Petani Desa Bukit

Tentunya sebagai percontohan yang bisa ditiru oleh masyarakat agar bisa melakukan penanaman Hortikultura dengan cara yang efektif.

“Mulai dari Cabe, Kelengkeng, dan Jeruk, Manggis, dan komoditi lainnya. Ini hasilnya sudah lumayan. Cabe misalnya sudah tiga tahun berturut-turut menghasilkan,” katanya.

Kedepan katanya, di BBUH Singkut ini akan dilakukan penanaman sejumlah komoditi dengan sistim Block. Setiap Block ada satu jenis tanaman Hortikultura yang bisa dikembangkan oleh petani binaan.

“BBUH ini tentu tidak hanya membina petani disini saja, tapi melainkan di lahan 20 hektar yang ada di Sarolangun ini dari program pemerintah, ada di Pelawan, di Singkut, ada juga di Limun,” katanya.

Sementara itu, Bupati Cek Endra, bahwa kebun cabe merah tersebut merupakan kebun percontohan ini, dengan satu diantaranya adalah jenis tanaman cabai merah sudah mulai berkembang.

“Balai pelatihan khusus cabai salah satu kebun percontohan, ini cukup berhasil,” katanya.

Dengan adanya potensi ini, ia berharap agar  cabai ini banyak dikembangkan oleh masyarakat sehingga bisa dipasarkan di berbagai wilayah.

Melalui kebun percontohan dengan luas lahan kurang lebih dua hektar ini sangat cukup untuk petani membudidaya. Dari hasil kebun tersebut juga, kebun itu bisa menghasilkam satu kwintal dalam satu hari.

“Tiap hari dijemput dari pasar dan panen satu hari satu kwintal,” katanya.

Menurutnya, jika tanaman cabai adalah jenis komoditi penyumbang angka yang menstabilkan harga dan mempengaruhi inflasi daerah.

Dengan harga cabe yang stabil ini, sampai bulan puasa dan idul fitri nantinya, para petani bisa melakukan pemanenan. Sehingga masyarakat tidak lagi bergejolak denga harga yang tinggi karena langkanya pasokan.

“Menstabilkan harga cabe waktu ramadhan dan lebaran, sehingga masyarakat tidak bergejolak pada bulan puasa,” katanya.

Tampak hadir dalam panen raya cabe merah tersebut, Asisten II Ir Dedi Hendri, Kadis Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura (TPHP) Drs H Sakwan, dan para Kepala OPD, Kepala BP3K Singkut Sari Kamis, SP, Kabid Hortikultura Ritata Juliman, SP, M.Si, Kepala BBUH Desa Bukit Murau Agung Widodo, beserta jajarannya dan kelompok tani yang hadir. (Wahid)