Ultimate magazine theme for WordPress.

Dinas PU-PR Sarolangun Akan Segera Tindak Lanjuti Kerjasama Dengan Batanghari di Wilayah Batas

SAROLANGUN -Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sarolangun akan segera menindak lanjuti kerjasama dengan Kabupaten Batang Hari di wilayah batas dua wilayah tersebut.

Tahap awal terkait perencanaan infrastruktur, salah satunya akan membangun jembatan rangka baja untuk membuka akses ke wilayah Kabupaten Batanghari.

Akses jalan itu dari wilayah Sungai Rotan Desa Mandiangin Tuo menuju Desa Juluti, Kabupaten Batanghari. Hal itu setelah adanya penandatangan kesepakatan bersama antar daerah, antara Pemerintah Kabupaten Sarolangun dengan Pemerintah Kabupaten Batanghari belum lama ini.

Kadis PUPR Sarolangun Arif Hamdani, ST mengatakan bahwa antara pemkab Sarolangun dengan Pemkab Batanghari telah sepakat mengadakan kerja sama di berbagai bidang, salah satunya bidang infrastruktur jalan dalam menunjang pengembangan ekonomi dua daerah.

“Infrastruktur, kemarin kita sepakat untuk membuka akses jalan dari Mandiangin, sungai rotan, juluti, koto boyo untuk mengembangkan wilayah Mandiangin seberang dan wilayah koto boyo dan juluti,” katanya, Kamis (31/03/2022).

Arif Hamdani menjelaskan pihaknya pun merencanakan akan membangun jembatan rangka baja dan akses jalan sepanjang 18 kilo meter menuju ke wilayah perbatasan dengan Kabupaten Batanghari.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Batanghari sudah membangun jembatan di daerah Desa Koto Boyo, di Sungai Tembesi dan hanya meneruskan pembangunan akses jalan ke wilayah perbatasan Kabupaten Sarolangun.

“Jadi baik kita maupun di pihak Batanghari untuk pengembangan desa setempat. Kalau di kita itu dari desa Mandiangin, Mandiangin tuo dan sungai rotan dan wilayah Batanghari juluti dengan koto boyo. Seberang sungai juga yang akan dibangun, akses alat bisa lewat koto boyo atau lewat PT emall, air hitam bisa rencanakan kedepan kalau dari kita,” katanya.

Tentunya dengan pembukaan akses jalan bagi kedua daerah ini nanti akan muncul peningkatan ekonomi baru di dua daerah tersebut khususnya di sektor perkebunan.
Maka pihaknya berupaya untuk menyamakan persepsi dengan Pemerintah Kabupaten Batanghari untuk penataan tata ruang wilayah agar sama-sama dijadikan sebagai zona wilayah perkebunan.

“Tumbuh ekonomi baru di wilayah itu, karena akan menunjang akses untuk perkebunan masyarakat di wilayah Batanghari maupun di Sarolangun. Kalau dari Mandiangin itu sekitar 18 kilo meter jalan sampai ke perbatasan sungai rotan, dan Batanghari memang perlu buka jalan juga sedikit untuk sampai ke perbatasan ke Sarolangun,” katanya.(PJ3)