DP3A Sarolangun Bersama GOW Sarolangun Peringati Hari Ibu Ke-97 Tahun 2025 Di Desa Perdamaian

Ragam Info

Ketua GOW Sarolangun Ny Ratna Shafira Nafitri Rolan, Staf Ahli Bupati Sarolangun Juddin, Ibu Sekda Sarolangun, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, Camat Singkut M Dahlan

KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sarolangun menggelar peringatan hari ibu yang ke-97 tahun 2025, Kamis (18/12/2025) di Desa Perdamaian, Kecamatan Singkut.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sarolangun H Hurmin diwakili Staf Ahli Bupati Sarolangun H Juddin, S.Ag, M.Pd, Ketua GOW Kabupaten Sarolangun Ny Ratna Shafira Nafitri Rolan, SH, Ibu Sekda Sarolangun, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH, Anggota BAZNAS Sarolangun Drs H Elmi, M.Pd.I, Camat Singkut Drs Muhammad Dahlan, Kabid Kesetaraan Gender Arie Kusmarini, SE, jajaran GOW Sarolangun, Jajaran DWP Sarolangun, para lansia dan masyarakat setempat.

Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, mengatakan bahwa kegiatan ini didasarkan pada Undang-Undang nomor 7 tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap Wanita (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 nomor 29).

Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH

Keputusan Presiden nomor 316 tahun 1959 tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur sebagaimana telah diubah dengan keputusan Presiden nomor 67 tahun 1961 tentang perubahan atas keputusan Presiden nomor 316 Tahun 1959 tentang hari-hari Nasional yang bukan Hari Libur.

Peraturan Presiden Republik Nomor 186 Tahun 2024 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 382), Peraturan menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 1 tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata kerja kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 132. Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor III tahun 2025 tentang Tim Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu ke 97Tahun 2025.

Kegiatan ini diikuti 100 orang yang terdiri dari OPD Terkait Dinkes, PMD, DPPKB, BASNAS, DP3A, Gabungan Organisasi Wanita, Camat Singkut, Forkompimcam, Kepala Desa Perdamaian, Tokoh Masyarakat Desa Perdamaian.

” Peringatan Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember, merupakan wujud penghargaan bangsa Indonesia terhadap perjuangan dan pengabdian perempuan dalam merebut serta mengisi kemerdekaan,” katanya.

Ketua GOW Sarolangun Ny Ratna Shafira Nafitri Rolan, SH

Sementara itu, Ketua GOW Sarolangun Ratna Shafira NR mengatakan bahwa pemahaman masyarakat bahwa hari Ibu bukan sekedar perayaan untuk mengucapkan terima kasih kepada sosok ibu tetapi juga bentuk apresiasi bagi seluruh perempuan Indonesia atas peran, dedikasi dan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara.

Sejarah Peringatan Hari Ibu berakar Pada kongres perempuan Indonesia Pertama yang di gelar pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta Kongres ini menyatukan berbagai organisasi perempuan dalam satu wadah perjuangan dan menandai kebangkitan gerakan perempuan Indonesia dimana mereka berdiri sejajar dengan kaum laki-laki dalam perjuangan kemerdekaan.

” Keputusan memperingati 22 Desember sebagai Hari Ibu secara Resmi di tetapkan pada Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung tahun 1938 dan diakui melalui keputusan Presiden nomor 316 tahun 1959,” katanya.

Ia juga mengucapkan selamat hari ibu kepada semua ibu-ibu yang ada di seluruh pelosok Kabupaten Sarolangun. Dengan harapan, seluruh masyarakat dapat memahami makna Hari Ibu sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan pergerakan perempuan Indonesia.

” Sebagai bagian yang tidak terpisahkan  dalam Perjuangan Bangsa Indonesia dalam merebut Kemerdekaan. Mendorong komitmen multisektor untuk memberikan perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam sektor pembangunan,” katanya.

” Serta meningkatkan kolaborasi dan sinergi antar kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu ke-97, sesuai tugas dan fungsinya,” kata dia menambahkan.

Staf Ahli Bupati Sarolangun H Juddin, S.Ag, M.Pd

Selain itu, Staf Ahli Bupati Sarolangun Juddin mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, dalam rangka menjalin silaturrahmi serta memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.

” Harapannya agar peringatan Hari Ibu ke-97 ini tidak dianggap hanya sekedar peringatan saja, melainkan sebagai momen istimewa untuk mengenang dan mengapresiasi perjuangan serta dedikasi para perempuan Indonesia khususnya ibu-ibu dalam berbagai peran penting dalam pembangunan, baik sebagai ibu, istri, pemimpin, maupun menjadi bagian penting di lingkungan masyarakat,” katanya.

Ia juga berharap dengan adanya peringatan ini dapat menjadi momen dalam mendorong perempuan untuk lebih aktif, produktif, berdaya dan berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan. Pemkab Sarolangun terus mendukung pemberdayaan perempuan dalam menciptakan keluarga yang tangguh dan berkualitas.

” Selamat hari ibu ke-97, semoga diberikan kesehatan bagi para ibu-ibu, mari wujudkan perempuan berdaya dan berkarya, menuju Sarolangun maju 2025-2030 dan Indonesia emas 2045,” katanya.

Pemotongan nasi tumpeng peringatan hari ibu ke-97
Poto bersama
Kegiatan senama diikuti para ibu lansia

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Seminar untuk Sekolah Lansia serta Pemberian Bantuan untuk Lansia hingga kegiatan Senam Lansia yang berjalan dengan sukses.

Penulis : A.R Wahid Harahap

Berita Terbaru