Ultimate magazine theme for WordPress.

DPPKB Sarolangun Galakkan Sekolah Siaga Kependudukan

Linda Kadis DPPKB saat melakukan SSK di MAN 1 Sarolangun. (PJ3).

SAROLANGUN – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sarolangun melaksanakan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) untuk pertama kalinya sejak program tersebut dilakukan pemerintah pada tahun 2019 yang lalu.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sarolangun dijadikan sebagai sekolah percontohan dalam program SSK tersebut pada tingkat SLTA se-derajat di Kabupaten Sarolangun.

Kepala DPPKB Sarolangun Linda Novitas mengatakan bahwa program SSK ini dicanangkan untuk tingkat sekolah SMP sederajat dan SMA se-derajat di Kabupaten Sarolangun. Saat ini baru dilaksanakan pada tingkat SLTA sederajat yang baru selesai melaksanakan penandatangan MoU dengan MAN 1 Sarolangun sebagai pilot project program SSK tersebut.

“Kita mulai melakukan sosialisasi kepada siswa sekolah SLTA sederajat. Untuk sekarang kami baru melakukan penandatanganan mou dengan man 1 Sarolangun dimana akan menjadi sekolah percontohan untuk tingkat SLTA sederajat dalam sekolah siaga kependudukan,” katanya, Rabu (15/06/2022) kepada media ini.

Lanjut Linda, menjelaskan bahwa sekolah yang dijadikan percontohan ini akan menyiapkan satu ruangan khusus untuk para siswa mendapatkan materi kependudukan, kesehatan reproduksi, informasi tentang keluarga berencana dan sebagainya.

“Ini sifatnya mendidik dan memberikan informasi para remaja terkait kependudukan, keluarga berencana, bagaimana pernikahan dini, kesehatan reproduksi. Materi kependudukan ini juga dimasukkan dalam pembelajaran seperti muatan lokal yang disampaikan oleh guru nantinya tentang kependudukan,” katanya.

Kedepan pihaknya bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(DP3A) Sarolangun akan bersinergi memberikan sosialisasi materi sekolah siaga kependudukan ini.

Bahkan di tingkat SMP sederajat, pihaknya berencana akan melalukan program tersebut di SMP Negeri 17 Sarolangun.

“Tapi kita kabupaten akan melaksanakan mou juga dengan dinas pendidikan terlebih dahulu. Rencananya SMPN 17 Sarolangun akan dijadikan sebagai percontohan untuk SSK ini,” katanya.

“Kedepan kita harapkan seluruh siswa baik smp dan SMA itu memahami pengendalian kependudukan, bagaimana caranya berencana menjadi siswa atau generasi yang berencana, melalukan segala sesuatu dengan perencanaan yang matang termasuk urusan kesehatan reproduksi,” kata dia menambahkan.(PJ3).