Ultimate magazine theme for WordPress.

Emak Emak di Lubuk Bangkar Sebut Dapur Terbantu Oleh PKT CE

Tampak puluhan emak emak di Desa Lubuk Bangkar antusias mengikuti program padat karya, (Foto: Husnil/Istimewa).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Ditengah himpitan ekonomi akibat kasus wabah Covid-19 yang terjadi saat ini, membuat masyarakat mulai mengeluh terutama para kaum ibu atau emak emak yang lebih paham dengan kondisi dapur.

Seiring itu pula Bupati Sarolangun Drs H. Cek Endra dan jajaran menelorkan ide brilian yang diselaraskan dengan progarm kementerian, yakni program padat karya tunai yang saat ini terus berjalan dengan anggaran 5 Miliar.

Hadirnya program itu sangat membantu pendapatan masyarakat Sarolangun terutama para emak- emak yang berada di perkampungan atau desa.

Seperti yang dilakukan oleh puluhan emak emak di Desa Lubuk Bangkar Kecamatan Batang Asai, kala melakukan pembersihan tebas layang sepanjang jalan poros masuk menuju ke Desa tersebut.

“Iyo, kami dapat info dari pak kades kalau ado kegiatan yang biso nambah pendapatan kami induk induk ko, langsung sayo dan yang lain daftar untuk kerjo,” kata Zubaidah salah seorang ibu di Desa itu, Selasa (12/5/2020).

Zubaidah yang kesehariannya menyadap karet merasa terbantu, sebab sejak corona harga karet terjun bebas sehingga berdampak pada pendapatan kebutuhan dapur mereka.

“Jadilah, bisa jugo nambah nambah pendapatan dapur kami ko, gawe dak susah nian cuma nerbas lah ini lah jadi gawe kami nian ditambah lagi upah cukup lumayan 100 sehari,” ujarnya dengan nada bersyukur.

Hal senada juga dikatakan Radinal Mucktar, Kepala Desa Lubuk Bangkar, Selasa (12/05/2020), dengan adanya program PKT tersebut masyarakat akan sangat terbantu, menurutnya masyarakat bekerja dengan upah yang cukup memuaskan, sementara itu jalan menuju desa menjadi terang dan bersih.

“Program padat karya tunai yang dikucurkan oleh bapak Bupati sarolangun sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sarolangun, khususnya warga desa Lubuk Bangkar Kecamatan Batang Asai, apalagi saat ini harga karet, Kopi, Sawit dan hasil bumi lainnya anjlok, dikarenakan dampak COVID -19 ini,” jelasnya.

Radinal juga menyebutkan, melalui program PKT tersebut bisa mengajarkan masyarakat menumbuhkan nilai gotong royong.

“Melalui program ini, tidak hanya membuat desa menjadi bersih dan rapi, namun pemerintah juga telah mengajarkan kepada masyarakat agar tidak manja terhadap program pemerintah lainnya seperti sembako dan lain sebgainya, namun bekerja maksimal dahulu baru menerima upahnya, Terimakasih kepada pak Bupati,” pungkasnya. (Husnil)