Ultimate magazine theme for WordPress.

Jubir Covid, Dirut RSUD Bambang Hermanto : 4 Pasien Covid Terus Membaik

dr Ozi Purna penanggung jawab pasien Covid saat diwawancarai, (Penajambi.co Wahid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Empat pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sarolangun masih dalam masa perawatan dan masih menunggu hasil pemeriksaan Swab. Tiga dari Empat pasien sudah kurang lebih dua bulan masa perawatan.

Semua pasien dalam kondisi sehat dan tanpa gejala, hanya saja mereka masih dianjurkan oleh dokter untuk mematuhi protokol pengobatan covid untuk menekan jumlah virus yang ada di dalam tubuh mereka.

Baca juga: Dirut RSUD Chatib Quzwain Bersama DPJP Jawab Soal Penanganan Pasien Covid

Dijelaskan oleh dr.Ozi Purna selaku dokter penanggung jawab Covid-19 Sarolangun mengatakan, memang untuk menentukan kesembuhan pasien selain virus itu sendiri bahwa adanya penyakit penyerta (komorbid) yang ada di dalam tubuhnya. Sehingga virus itu dengan mudah menyebar.

“Sebagian besar yang menentukan sembuh cepat itu melihat komorbidnya. Namun info terakhir dari WHO dalam kriteria pasien sembuh covid-19 diperbaharui. Dulunya minimalnya boleh pulang dua kali swab negatif dan sekarang cukup satu kali. Dan pasien tanpa gejala sudah mudah sebenarnya pulang, setelah habis masa inkubasi atau 14 hari, tapi hingga saat ini pemerintah Indonesia belum ada keterangan resmi soal itu, “katanya.,dalam keterangan konferensi pers, Jumat (27/06/2020) kemarin.

Jika dilihat dari masa inkubasi, virus corona berkembang mulai dari tangan, dan menyentuh bagian tubuh yang sensitif, seperti hidung, mulut dan mata, maka virus akan langsung merangsang dan mengganggu sistem imun tubuh. Pada saat itu, masuk ke tenggorokan bagian belakang hingga ke paru-paru bahkan ke sistem pencernaan.

“Masa ikunbasi virus corona, dihirup dari hidung dan bertemu di tenggorokan belakang. Jadi bila masuk virus, pertahanan imun di tenggorokan bekerja, kalau sudah masuk paru-paru sehingga parah dan bisa meninggal dunia, dan ada juga masuk ke sistem pencernaan,” katanya.

Untuk mengatasi itu, pihaknya sudah berupaya dengan menambahkan vitamin, gizi, dan terapi untuk melawan virus itu.

Karena obat pasti untuk virus tersebut saat ini memang belum ditemukan. Sedangkan untuk pemakaian obat lain seperti obat herbal daun sungkai, pihaknya memang belum menganjurkan karena masih terdapat efek samping.

“Daun sungkai itu boleh, tetapi resminya belum ada, ini masih dalam tahap penelitian. Diperbolehkan memang tapi kita tidak menganjurkan karena beberapa masih ditemukan efek samping dan tidak standar Kemenkes,” katanya. (Wahid)