Ultimate magazine theme for WordPress.

Klaim Itu Tidak Benar, Kepsek SDN 2 Zunaida Beri Keterangan Soal Tudingan Guru

Zunaida saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media.

 

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Kepala Sekolah SDN 02 Pasar Sarolangun Zunaida mengklarifikasi tudingan yang disampaikan majelis gurunya saat melakukan aksi mogok mengajar, pada Senin lalu.

Dalam tuntutan majelis guru meminta Kepsek diturunkan dan di non aktifkan dari jabatan Kepala Sekolah SDN 02. Karena mereka menganggap dalam kepemimpinan, Zunaida tidak ada transparansi masalah keuangan sekolah terkait dana BOS, masalah sertifikasi, memimpin dengan otoriter, masalah buku paket yang tidak tercukupi serta masalah baju siswa yang terlambat.

Saat mengklarifikasi tudingan dari majelis gurunya, Zunaida menyebut dirinya sebagai orang tertinggi di SDN 02 selama ini selalu memberi dukungan kepada seluruh guru demi kemajuan sekolah, akan tetapi mengapa timbul tudingan yang dianggap adanya pembunuhan karakter terhadap dirinya dan sudah mencemarkan nama baiknya.

“Menanggapi tudingan ini saya terima dengan baik, memang hak mereka untuk menyampaikan aspirasi, akan tetapi di sebelah pihak saya merasa kurang senang, karena sudah mencemarkan nama baik saya,” kata Zunaida, Selasa (18/2/2020) di kediamannya.

Menanggapi tudingan tersebut, Zunaida mengklarifikasi satu persatu, mulai dari masalah keuangan Dana BOS yang dianggap dirinya kurang transparan.

Katanya, Sebagai Kepala Sekolah yang merupakan pimpinan, untuk masalah transparansi ada bagian-bagiannya yang memang harus transparan.

“Yang sejengkal-sejengkal yang sedepo-sedepo itu ibarat kata orang Sarolangun kalau buka, buka sedikit bukan buka, buka semua,” katanya.

Sementara untuk masalah kesejahteraan guru terkait masalah sertifikasi, selama ini dirinya menyebutkan tidak pernah membatasi dan selalu menghormati serta mendukung guru untuk sertifikasi.

“Selama ini saya tidak pernah membatasi, saya menghormati dan selalu mendukung terkait sertifikasi guru,” katanya.

Kemudian tuntutan daripada guru masalah otoriter dalam kepemimpinan dirinya menegaskan, bahwa otoriter yang ia lakukan dari segi mana, kalau masalah menegur guru dan apa yang disampaikan ke guru tersebut selama ini menurutnya sudah dengan baik-baik, dan semata-mata teguran tersebut untuk mensukseskan program Bupati Sarolangun, khususnya program 15 menit baca alquran sebelum proses belajar mengajar dimulai.

“Selama ini saya menegur guru secara baik-baik yang mana sesuai dengan program Bupati untuk melaksanakan 15 menit mengaji sebelum belajar, sedangkan ada satu dua guru yang hadir sudah jam 7.30 WIB lalu ditegur. Dan bila ada guru yang bepergian sebelum bepergian tanpa menitipkan anak dulu kepada guru yang lain lalu diteguran, apakah yang seperti ini disebut otoriter. Kalau menurut saya sebagai pimpinan itu wajar wajar,” katanya.

Kemudian masalah pakaian anak yang terlambat dan dituding diperjualbelikan serta bermasalah. Dirinya menjelaskan dan sudah mengklarifikasi dengan Kepala Dinas Dikbud Sarolangun dan sudah menceritakan kronologis keterlambatan pakaian siswa tersebut.

“Masalah keterlambatan pakaian tersebut bukan tanpa sebab. Dikarenakan saya sudah menyetor sebelumnya pada awal tahun ajaran, yaitu bahan pakaian muslim dan bahan batik kotak-kotak dengan tukang jahit di MTS. Akan tetapi bahan serta upah dilarikan oknum penjahit ke Jawa, otomatis saya sebagai Kepala Sekolah bertanggung jawab dengan kejadian seperti ini, selanjutnya saya harus beli kembali bahan dan siapkan upah dengan tukang jahit lainnya, sudah pasti perlu waktu lagi,” katanya.

Selanjutnya masalah buku paket yang dituding kekurangan dan selaku Kepsek dirinya tidak melengkapi. Katanya, Masalah tersebut sudah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten setiap tahun dan sudah ada pemeriksaan dari BPKP.

“Kalau memang ada temuan dari BPKP pasti ada kekurangan, tapi sampai sekarang belum ada temuan-temuan dari itu. Kalau masalah kekurangan satu dua untuk pegangan guru memang ada akan tetapi sudah diserahkan dan menjadi tanggung jawab bendahar,karena memang sudah ada bagiannya,” katanya.

Ia berharap agar para guru di SDN 02 Pasar Sarolangun untuk bersama-bersama berpikir dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di sekolah yang dipimpinnya. Bukan sebaliknya berpikir secara sempit untuk menjatuhkan seseorang dengan tujuan tertentu.

“Saya harapkan ini kita selesaikan secara baik, dan mari kita secara bersama berpikir untuk kemajuan pendidikan ini. Dan untuk proses belajar mengajar saya jamin akan berjalan dengan baik,” katanya.

Terkait permasalahan ini, Zunaida mengatakan jika dirinya sudah menghadap Kadis Dikbud Sarolangun Helmi beserta jajarannya dan sudah mengklarifikasi terkait permasalahan ini disebutkannya jika sudah ada titik terang. (Nil)