Ultimate magazine theme for WordPress.

Pengumuman Kelulusan CPNS Dijadwalkan Akhir Oktober

40 Persen Nilai SKD dan 60 Persen Nilai SKB

Kabid IPK, Erry Harry Wibawa, S.Hut, M.Sc, M.Eng, saat diwawancara di ruang kerjanya. (Wahid/PJ).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Pengumuman kelulusan hasil Seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dijadwalkan pada akhir bulan Oktober 2020 mendatang.

Kelulusan cpns ini tetap mengacu kepada keputusan yang ditetapkan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dalam perekrutan CPNS ini.

Kepala BKPSDM H A Waldi Bakri, S.Ip, S.Sos, MM, melalui Kabid IPK Erry Harry Wibawa, S.Hut, M.Sc, M.Eng, mengatakan bahwa untuk regulasi atau aturan dalam menetapkan kelulusan cpns ini berbeda penerimaan CPNS pada tahun 2018 yang lalu.

Jika tahun 2018, ada penambahan nilai 10 khusus untuk putra asli daerah. Namun pada seleksi cpns tahun 2019 ini tidak ada lagi aturan tersebut, hanya penentuan kelulusan dari skema 40 persen nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan 60 Persen nilai Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dari masing-masing peserta.

“Tahun 2019 ditentukan oleh 40 persen nilai SKD dan 60 persen nilai SKB, kemudian itu dihitung dan dirata-ratakan, dan setelah dapat nilai akhir itu nanti peserta akan di rangking kembali, penentuan berdasarkan perangkingan dari masing-masing formasi,” katanya, Rabu (23/09/2020) kemarin.

Misalkan, di salah satu sekolah ada formasi guru sebanyak 2 orang. Maka yang mengikuti tes Skb cpns sebanyak 6 orang. Dan nilai enam orang tersebut akan di integrasi 40 persen SKD dan 60 persen SKB. lalu kemudian di ranking, maka dua orang dengan nilai akhir tertinggi yang akan lulus dalam seleksi cpns untuk formasi tetsebut.

“Dan yang menjadi nilai tambah adalah adanya sertifikasi pendidik bagi tenaga guru dan tenaga kesehatan akan menjadi nilai tersendiri nanti untuk penentuan nilai akhir dari para peserta. Sertifikasi pendidik itu nilai SKB dianggap nilai 100% jadikan nilai akhir itu paling tinggi 500,” katanya.

Ia juga menjelaskan setelah pelaksanaan tes Skb CPNS secara nasional selesai dilaksanakan yang dijadwalkan mulai pada 01 September 2020 sampai 12 Oktober 2020, maka pengolahan hasil dari hasil SKD dan SKB jadi nilai akhir dari tanggal 8 sampai dengan 18 Oktober 2020.

“Mereka merangking semuanya dan itu nanti hasilnya diserahkan ke BKN. dari BKN mereka akan melakukan recon integrasi hasil skd dan SKB waktunya itu dari tanggal 19 sampai 23 Oktober tahun 2020. Baru setelah itu kita diminta untuk menyampaikan hasil seleksi secara keseluruhan itu dimulai dari tanggal 26 sampai tanggal 28 Oktober 2020. Baru di tanggal 30 Oktober 2020 itu akan diumumkan secara resmi pengumuman kelulusan cpns,” katanya.

Erry juga menambahkan sebenarnya peserta seleksi CPNS Kabupaten Sarolangun yang tekah mengikuti seleksi SKD dan SKB, sudah dapat mengetahui hasilnya lulus atau tidak. Dengan syarat tentunya memiliki data-data nilai dari SKD dan SKB sesama rekannya yang dalam satu formasi, dengan mengolah hasil sesuai dengan pola 40 persen nilai SKD dan 60 persen nilai SKB.

“Kalau mereka punya data itu maka sudah bisa menilai, minimal nilai individu dia sudah punya catatan dia berapa nilai akhir dia Dan kalau ingin dia mengkroscek juga bisa asal dia mengumpulkan data nilai dari rekannya sehingga bisa mengetahui ranking berapa dia. Tapi cuman tetap nantinya keputusan secara resminya itu yang dipakai, jadi data mereka hanya sebagai data pembanding saja nanti, kalau ada hal-hal nanti tetap kita punya recon data secara keseluruhan dan itu secara ketentuan dianggap sah untuk hasil pengumuman nilai akhir yang jelas,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk jumlah formasi di Kabupaten Sarolangun sebenarnya ada 193 formasi, namun setelah melului tahapan seleksi ternyata masih ada formasi yang belum terisi, khususnya formasi pada daerah-daerah terpencil.

“Kita sebenarnya ada 193 formasi untuk Kabupaten Sarolangun, berdasarkan hasil persetujuan dari kemenpan-rb kemarin, namun ada beberapa formasi yang tidak terisi terutama di daerah-daerah terpencil dan memang ada juga tidak ada pelamar yang berminat pada lokasi formasi itu,” katanya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh peserta CPNS untuk tetap berhati-hati terhadap adanya oknum yang mencoba menawarkan kelulusan kepada peserta dengan janji-janji manis, apalagi dengan meminta imbalan tertentu.

“Yakinlah bahwa untuk tes seleksi CPNS ini tetap berjalan murni dan trasparan jadi kita pun berharap dari hasil tes CPNS bisa memperoleh calon-calon asn yang berkualitas dan memiliki integritas dan terutama kita mengharap mereka memiliki kontribusi untuk kemajuan Kabupaten Sarolangun,” katanya. (Wahid)