Ultimate magazine theme for WordPress.

Pengurus PMPB Dikukuhkan, Begini Pesan Menyentuh Dewan Pembina Suryadi

Poto bersama usai pengukuhan pengurus PMPB. (Nasuha)

SAROLANGUN -Pengurus Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Batang Asai (PMPB) Priode 2022-2024 secara resmi telah dikukuhkan, Minggu (26/06/2022) di Sekretariat PMPB, Kelurahan Suka Sari, Kecamatan Sarolangun. M Solihin resmi dilantik menjadi Ketua PMPB yang baru menggantikan penjabat yang lama Yusril Sepratama, pada priode 2020-2022.

Pengukuhan tersebut dipimpin langsung Ketua Dewan Pembina PMPB Suryadi, S.Pt, yang dihadiri Kabag OPS Polres Sarolangun Kompol A Bastari Yusuf, SH, Ketua PD IWO Sarolangun Husnil Aqili, S.Pd.I, anggota dewan Pembina PMPB, Serta jajaran pengurus PMPB yang baru dan tamu undangan lainnya.

Ketua PMPB yang lama, Yusril Sepratama mengatakan bahwa selama kepemimpinan dalam membawa organisasi PMPB ini tentu tidaklah sempurna, banyak kekurangan serta program yang tidak berjalan dengan baik. Maka dari itu, iapun meminta agar kedepan pengurus yang baru dilantik ini untuk dapat meneruskan program organisasi ke arah yang lebih baik lagi.

“Kami harapkan pengurus yang baru agar meneruskan program yang baik untuk diikuti. Saya ucapkan terima kasih kepada pengurus dan panitia pelaksana dalam pelantikan sehingga dapat terlaksana dengan baik. Menitipkan amanah yang sebesar-besarnya kepada ketua umum dan pengurus agar meneruskan cita-cita organisasi, jangan tanyakan apa yang organisasi berikan padamu tapi tanyakan apa yang engkau berikan kepada organisasi,” katanya.

Ketua PMPB yang baru dilantik, M Solihin mengaku dirinya bersama pengurus lainnya akan berupaya semaksimal mungkin dalam menjalankan tugas untuk memajukan organsasi kedepan. Salah satunya, dalam waktu dekat ini akan adanya pelatihan pengkaderan bagi para kader PMPB sehingga dapat memahami sepenuhnya makna dan hakikatnya untuk berorganisasi.

“Saya harap kepada pengurus dann adik-adik untuk bersama-sama bergandengkan tangan dalam membangun organisasi dan memajukan daerah batang Asai, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing untuk memajukan daerah yang kita cintai ini,” katanya.

Sementara itu, Kabag OPS Polres Sarolangun Kompol A Bastari Yusuf, yang merupakan putra asli Kecamatan Batang Asai ini mengaku sangat bangga dengan adanya organisasi PMPB yang harus berusia 4 tahun ini, namun sudah bisa berkembang dan melahirkan kader-kader yang bisa membanggakan bagi daerah.

“Meski demikian saya hanya berpesan yang perlu kita lakukan sebagai seorang mahasiswa dan pelajar, kita harus korektif dan solutif. Artinya kita harus lebih peka terhadap hal-hal yang tidak sesuai aturan atau hal-hal yang seharusnya kita mampu mengerjakan itu,” katanya.

Ia juga meminta pengurus PMPB ini jadi motor penggerak bagi generasi muda di Kecamatan Batang Asai khususnya dan Kabupaten Sarolangun umumnya dalam memerangi narkoba. Sebab, narkoba ini telah merusakkan tatanan regenerasi bangsa yang hancur akibat pengaruh barang haram tersebut.

“Karena adik-adik ini adalah orang intelektual, kaum akademisi. Di batang asai sudah parah narkoba, yang pertama adalah kecamatan sarolangun, kedua kecamatan Batang Asai. Maka saya harapkan agar organisasi PMPB ini dapat memberikan motivasi bagi seluruh generasi kita untuk sama-sama memerangi narkoba,” katanya.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama Ketua Dewan Pembina Suryadi juga mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus PMPB yang baru ini, namun ia menekankan agar pengurus PMPB ke depan untuk bisa meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan juga sesama pengurus organisasi.

“Jangan gengsi dengan lingkungan kita, harus peka. Begitu juga dengan sesama pengurus organisasi harus kompak dengan membangun rasa sosial yang tinggi,” katanya.

Dipundang pengurus PMPB memang bukanlah mudah, kata Suryadi, segala tugas yang berat bisa menjadi ringan jika dilakukan secara tim dan berazaskan musyawarah. Maka dari itu, kedepan tetap harus melakukan kebersama serta musyawarah dalam membahas apapun yang tujuannya untuk memajukan daerah.

“Ayo pahami organisasi, pelatihan kader harus dilakukan. Intelegensi harus dikedepankan. Psikologi komunikasi harus dipelajari. Belajar jangan lihat orangnya tapi lihat apa yang disampaikan. Kalau ada belajar melihat orangnya, anda tidak akan pernah berhasil. Benahilah diri kita sendiri, dilingkungan tempat tinggal dan kembali kita ke daerah masing-masing, jadilah orang yang bermanfaat,” katanya.

“Tidak ada yang sempurna, semua bakal berakhir. Maka dari itu, kedepan jangan keluar dari kendali organisasi. Kemudian tingkatkan kepedulian sesama pengurus organisasi, jangan karena organisasi kuliah tidak selesai. Sekali lagi kami ucapkan selamat kepada pengurus yang baru dan terima kasih kepada ketua beserta pengurus yang lama atas pengabdian dan dedikasinya,” kata dia menambahkan.

Penulis: Nasuha