Buka Program Pemberdayaan SAD, Wabup Gerry Trisatwika Tekankan Kerjasama Lintas Sektoral

Wabup Gerry Saat Membuka Acara Pemberdayaan SAD, (Nil/PJ).

SAROLANGUN – Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, SE membuka secara resmi kegiatan Workshop Sinergitifitas Program Pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD) dan Penguatan Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS-SAD) Kabupaten Sarolangun, Kamis (27/08/2026) di Ruang Aula Nafiti Hotel Sarolangun.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Kadis Sosial Sarolangun Drs Muhammad Idrus, Staf Ahli Bupati Sarolangun H Kasiyadi, S.IP, ME, Kasat Pol PP Sarolangun Helmi, SH, MH, Kadis TPHP Sarolangun Dulmuin, SP, Ketua BAZNAS Sarolangun Imam Haramain, M.HI, Ketua Panitia Pelaksana Edi Endra, Perwakilan Perusahaan PT Sinarmas, BTS, Astra Agro Lestari, Perwakilan Perbankan, Camat Air Hitam Fathur Rohman, Kapolsek Air Hitam, Lembaga Adat serta jajaran Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS-SAD).

Dalam arahannya, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika mengatakan bahwa pembangunan pada hakikatnya adalah upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan seluruh masyarakat secara adil dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, tidak boleh ada kelompok mqsyakata yang tertinggal dalam proses pembangunan, termasuk suku anak dalam yang merupakan bagian penting dari masyarakat Sarolangun.

” Pemberdayaan SAD bukan hanya merupakan tanggung jawab satu perangkat daerah atau satu lembaga saja, oemberdayaan membuka kerjasama, keterpaduan program, koordinasi lintas sektoral serta komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Kata Gerry Trisatwika bagaimana kegiatan workshop hari ini memiliki arti yang sangat penting. Forum ini menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, mengidentifikasi persoalan dan kebutuhan di lapangan, sekaligus menyusun langkah nyata agar berbagai program pemberdayaan dapat berjalan secara lebih terpadu, tepat sasaran dan berkelanjutan.

” Melalui forum ini, kita ingin membangun pola kerja yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling melengkapi. Program yang satu garh dapat memperkuat program lainnya sehingga sumber daya yang kita miliki dapat dimanfaatkan secara efektif dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta workshop untuk menjadi kegiatan sebagai momentum untuk menghasilkan komitmen, rekomendasi, dan rencana tindak lanjut yang konkret.

Selain itu, kedepan tentunya harus menjadi perhatian bersama diantaranya perkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor agar program pemberdayaan tidak tumpang tindih dan dapat dilaksanakan secara terpadu.

Tingkatkan kualitas data dan informasi mengenai kondisi SAD sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan yang tepat, perluas akses terhadap pelayanan dasar, terutama pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

” Dorong peningkatan kemandirian ekonomi melalui pengembangan keterampilan, usaha produktif, serta pemanfaatan potensi yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan masyarakat,” katanya. (Nil)

POTO TERKAIT

Baca Juga

Terpopuler

Berita Terbaru