Ultimate magazine theme for WordPress.

Cegah Kisruh, Bupati CE Pimpin Tim Terpadu Duduk Bersama Warga Lubuk Bedorong

Tampak Bupati Cek Endra bersama Tim Terpadu duduk bersama warga Lubuk Bedorong, (PJ/Hen).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Mendengar informasi warga Lubuk Bedorong yang akan kembali masuk kedalam lokasi PETI untuk mengusir alat berat Escavator yang beroperasi di kawasan hutan Adat Desa setempat.

Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra didampingi Wakil Bupati Sarolangun H Hillalatil Badri, Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono, Dandim Sarko Letkol Inf Tomi Radya Diansyah Lubis, para Kepala OPD dan Camat Limun dengan cepat dan sigap turun langsung menemui warga di Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun pada Kamis, (04/02/2021).

Sesampainya disana, Bupati bersama Tim terpadu lainnya langsung melakukan musyawarah disalah satu rumah warga setempat.

Berdasarkan pantauan media ini di lapangan musyawarah yang dilakukan berlangsung alot dengan penyampaian pandangan dari beberapa tokoh masyarakat Desa Lubuk Bedorong.

Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra mengatakan, dirinya bersama tim terpadu lainnya sengaja turun untuk menemui masyarakat Desa Lubuk Bedorong guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diiinginkan.

“Iya hari ini kita sengaja mendatangi masyarakat Desa Lubuk Bedorong, untuk memberi tahu bahwa kemarin kita forkompinda telah melakukan rapat, kita akan mengatasi ini, terkait dengan persoalan persoalan PETI yang beroperasi di kawasan hutan adat tersebut,” katanya.

Terkait dengan keinginan warga untuk memberentikan Kepala Desa Setempat, Bupati CE menegaskan bahwa saat ini, Ia telah menonaktifkan sementara kades Desa Lubuk Bedorong hingga persoalan tersebut menemukan titik persoalannya, dan jika terbukti Kades Desa Lubuk Bedorong ikut andil dalam permasalahan PETI tersebut, tentunya akan dilakukan tindakan yang lebih tegas.

“Sesuai dengan aturan, sementara waktu akan kita nonaktifkan, kalau memang terbukti bersalah baru nantinya akan kita pemberentian defenitif, dan kalau tidak kita temukan satu kesalahan maka akan kita aktifkan kembali,” katanya lagi.

Tak hanya itu, dalam beberapa hari kedepan Pemkab Sarolangun bersama TNI dan Polri juga akan melakukan penindakan tegas apa bila alat berat Escavator masih tetap beroperasi di kawasan hutan adat Desa Lubuk Bedorong.

“Pada hari Rabu mendatang kita akan kesini untuk mengimbau dan meminta seluruh alat-alat itu keluar, itu kita lakukan secara persuasif, lalu kita buat pernyataan tidak akan mengulanginya lagi, dan kalau masuk lagi akan kita lakukan tindakan tegas. Untuk itu saya mengimbau masyarakat untuk bersabar dan menahan diri, ini kita urus serius, ini merupakan tekad dari Pemkab Sarolangun,” jelasnya.

Sementara itu Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono, menegaskan apabila upaya persuasif yang dilakukan masih diacuhkan oleh oknum pelaku PETI dikawasan hutan adat Desa Lubuk Bedorong, maka pihaknya bersama TNI dan juga Pemkab Sarolangun akan mengambil tindakan tegas.

“Kami kembali mengimbau kepada pemilik alat untuk meninggalkan kawasan Desa Lubuk Bedorong, dengan batas waktu yang kita tentukan yakni pada hari rabu mendatang, dan apabila mereka masih nekad melakukan aktivitas PETI maka tindakan yang kami lakukan adalah tindakan penegakan hukum,” tandanya. (Hendry)