Ultimate magazine theme for WordPress.

Ciptakan Inovasi, BKPSDM Sarolangun Kembali Tuai Prestasi

Tampak Kaban BKPSDM bersama Sekban dan Kabid Mutasi,(PJ3)

SAROLANGUN – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sarolangun untuk kesekian kalinya berhasil mendapatkan penghargaan, kali ini penghargaan yang didapatkan atas dinobatkan sebagai Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terinovatif pertama atau Juara I di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun.

Kepala BKPSDM Sarolangun H A Waldi Bakri, S.IP, S.Sos, MM menerima secara langsung penghargaan OPD terinovatif pertama dalam pengukuran indeks inovasi daerah Pemerintah Kabupaten Sarolangun tahun 2022, yang diberikan langsung oleh Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal, S.Pt, MM, Kamis (15/12/2022) di ruang aula Bappeda Sarolangun dalam kegiatan Rakorlitbangda Kabupaten Sarolangun.

Usai menerima penghargaaan tersebut, Kepala BKPSDM Sarolangun Waldi Bakri mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Kabupaten Sarolangun mejadi terinovatif ketiga se-Provinsi Jambi dengan membuat 32 inovasi yang dilakukan oleh jajaran organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sarolangun.

” Kabupaten Sarolangun berhasil menyabet terinovatif ketiga, Kemudian inikan tidak lepas dari dukungan para OPD dalam hal ini Penjabat Bupati memberikan apresiasi, pasti ini tidak datang sendiri bahwa ada OPD tertentu yang berkontribusi untuk menjadikan kabupaten Sarolangun juara di tingkat provinsi,” katanya saat diwawancarai awak media.

Waldi juga menjelaskan bahwa inovasi yang dilakukan oleh BKPSDM Sarolangun juga dibawa kejambi sehingga diakui dan diberikan penghargaan oleh Penjabat Bupati Sarolangun.

Tentu, pihaknya sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan tersebut, berupa sertifikat sebagai bentuk apresiasi dan memberikan dukungan moral, motivasi kerja bagi pihaknya di BKPSDM Sarolangun untuk dapat lebih baik lagi.

” Kita di BKPSDM ada dua inovasi besar sehingga kami juara pertama atau OPD terinovatif satu di kabupaten Sarolangun, kami ada inovasi yakni manajemen ASN dan C Desy untuk pengembangan SDM. Karena BKPSDM itukan ada dua sektor, yakni pengembangan SDM, dan pelayanan manajemen ASN diantaranya manajemen talenta,” katanya.

Selain itu, kata Mantan Camat Telada tingkat Provinsi Jambi itu juga menyebutkan bahwa saat ini di Provinsi Jambi, Sarolangun menjadi satu-satunya Kabupaten yang sudah melakukan penilaian sendiri terhadap inovasi-inovasi yang sudah dilakukan, dan sekarang masih di KASN dalam melakukan penilaian dan evaluasi atas inovasi.

” Insa Allah tahun depan sesuai pembicaraan Pusbang BKN, Kabupaten Sarolangun akan menjadi Kabupaten satu wilayah Percontohan untuk Kanreg Wilayah VII Palembang, kemarin sudah berkomunikasi dengan kepala Kanreg bahwa dia akan menunjuk Sarolangun,” katanya.

Waldi Bakri juga menambahkan bahwa penghargaan inovasi yang telah diterima ini tentunya tidak lain dan tidak bukan berkat kerja keras seluruh rekan-rekan pegawai yang ada di BKPSDM yang berkreatifitas dan karya besar seluruh pegawai.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Penjabat Bupati Sarolangun, dalam rangka mendorong seluruh OPD untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kinerja Pemerintah Daerah, khsusnya di BKPSDM Sarolangun yang memiliki slogan memberikan pelayanan yang responsif, humanis dan berbasis Informasi dan Tekhnologi (IT).

” Saya sebagai kepala BKPSDM hanya mamanej, mengajak mereka untuk menjadikan suatu inovasi yang berbuahkan prestasi,” katanya.

Tak hanya itu saja, menurutnya kedepan BKPSDM Sarolangun akan terus menelorkan berbagai inovasi untuk menunjang visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam mewujudkan tata kelola birokrasi yang good governance.

Sebab, dua inovasi kegiatan di BKPSDM yang meraih penghargaan ini merupakan buah karya atau hasil inovasi saat pejabat pejabat yang ada di BKPSDM itu melakukan diklatpim.

” Kalau C Desy, saya kalau saya kembangkan ke Kabid dan lalu dikembangkan ke kasubbid, jadibyahaoan itu inovasinya lebih terinci. Manajemen talenta merupakan buah karya salah satu Kabid yakni Kabid Mutasi, yang juga berasal dari hasil diklatpim, jadi semuanya berasal dari situ dan kami kembangkan lalu dijadikan inovasi,” katanya.(PJ3).