Ultimate magazine theme for WordPress.

Disdikbud Kembali Terima DAK Tahun Ini Sebesar Rp 22 Miliar

Helmi SH Kadikbud Sarolangun saat diwawancarai, (PJ/Hid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun akan kembali mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 ini dari pemerintah pusat.

Kadis Dikbud, Helmi, SH, MH, Senin (08/02/2021) saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa jumlah dana dak yang diterima pun masih sama dengan besaran dana DAK tahun lalu, yakni sebesar Rp 22 Miliar.

“Ya, tetap kita terima dana dak pendidikan dari pusat, dan itu jumlahnya lebih kurang berkisar Rp 22 Miliar,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa dana dak pendidikan ini sudah ditetapkan untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan di bidang pendidikan, diantaranya untuk SD ada sebanyak 60 kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar Rp 17 Miliar dari 244 sekolah, dan untuk SMP ada sebanyak 7 sekolah dari 74 sekolah yang akan mendapatkan rehab pembangunan gedung sekolah dengan jumlah Rp 5 Miliar.

“Untuk rehab sekolah, jamban serta kegiatan yang sesuai dengan petunjuk tekhnis kegiatan,” katanya.

Jikalau pada tahun 2020 lalu, lanjut Helmi, bahwa pelaksanaan kegiatan dana dak ini melalui swakelola namun pada tahun 2021 ini belum diketahui apakah sama atau tidak.

Ia mengaku masih menunggu petunjuk tekhnis soal itu dan masih tahap berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kita masih menunggu petunjuk tekhnis, mungkin dalam waktu dekat akan turun, apakah masih melalui swakelola masyatakat atau dengan pihak rekanan, sedang tahap koordinasi dengan pusat karena regulasi juknis belum kami terima,” katanya

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, pihaknya tentu akan konsentrasi terhadap skala prioritas untuk pembangunan sekolah yang harus didahulukan.

“Saat ini kita lihat, konsentrasi kedepan skala prioritas itu, mungkin yang selama ini belum terjamah beberapa tahun kemudian yang sudah dibangun, bangunan ya mungkin harus mulai di renovasi itu tidak seberapa lagi,” katanya.

Dan saat ini pihaknya melakukan program inventarisasi kondisi sekolah SD dan SMP yang ada di Kabupaten Sarolangun. Hal itu untuk mempermudah pihaknya mana yang akan menjadi prioritas dalam rehab sekolah tersebut.

“Kami saat ini ada program, supaya tidak ada salah dan berusaha menginventarisir persoalan, kita tahu sekolah mana yang menjadi skala proritas untuk didahulukan dalam pelaksanaan rehab dan lain sebagainya,” katanya. (Wahid)