Ultimate magazine theme for WordPress.

Gelar Forum Group Discusion PPKD, Dikbud Focus Bangkit Budaya Daerah

Prosesi acara FGD PPKD Sarolangun, (Wahid/Penajambi.co).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun menggelar kegiatan Forum Group Discusion Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Sarolangun pada tahun 2020, yang bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun, Rabu (01/07/2020) kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Dikbud H Helmi, SH, MH, Kabid Kebudayaan Hanibar beserta jajarannya, OPD terkait, para penggiat seni, pengurus lembaga adat, akademisi serta para penggiat kebudayaan di Kabupaten Sarolangun.

Kadis Pendidikan Helmi, SH, MH mengatakan bahwa dalam forum dilaksanakan dalam rangka perencanaan dan penyusunan pokok pikiran kebudayaan daerah yang ada di Kabupaten Sarolangun, yang nantinya dijadikan sebagai landasan dalam melakukan strategi kebudayaan secara nasional yang dilakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

“PPKD kita sedang dalam rangka penyusunan, karena sesuai regulasi yang ada kita harus punya pokok-pokok pikiran budaya daerah sarolangun, Ini sudah kita bentuk tim, Insa allah ini dalam tahap finishing dengan melibatkan sektoral terkait, dengan penggiat seni, lembaga adat, akademik dan pemerhati kebudayaan,” katanya.

Dalam paparan yang disampaikan dalam forum tersebut, kata Helmi bahwa memang PPKD ini sangat penting dilakukan penyusunan dalam rangka pengembangan kebudayaan di daerah, yang kemudian dapat dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga setiap daerah yang telah membentuk PPKD ini akan dapat program strategi kebudayaan nasional.

“Dengan adanya ini kita bisa berkoordinasi dengan Kementerian, dalam rangka untuk membantu hal pendanaan. Ini ada aturan mengikat, yang mengatur tentang PPKD ini, maka kita buat,” katanya.

“Dengan adanya PPKD, kedepan kita menjadi jelas tujuan pembangunan kebudayaan di Kabupaten Sarolangun, dan ketika sudah ada acuan tentu kita akan menyatu dengan sarpras, bentuk kegiatan seperti apa. Jadi dia sudah terarah pembangunan kebudayaan,” kata dia menambahkan.

Misalnya, kata Helmi bahwa kedepan di Kabupaten Sarolangun dalam strategi pembangunan kebudayaan, memang harus ada balai seni pemuda, museum mini, serta melestarikan kebudayaan asli Sarolangun.

“Maka kita harus mengumpulkan kebudayaan di daerah, jadi jelas disitu dan ini dasar sebagai landasan membangun budaya di sarolangun. Satu bulan ini kita targetkan sudah clear, karena karena pengumpulan data sudah, tinggal menambah lagi hal-hal yang belum dimasukkan,” katanya.

Sejumlah budaya yang perlu ditambah itu, katanya meliput tarian asli sarolangun, tarian cuban, tarian Liang asak, serta tarian di Kecamatan lainnya dan tulisan-tulisan atau peninggalan benda-benda bersejarah.

“Kita dalam menginventarisir hal-hal yang belum dimasukkan, jadi kita masih ada dua kali pertemuan lagi. Tapi ini sudah dianggap finishing saja, karena untuk dokumennya kita sudah buat sesyai ketentuan dan kita mengambil nilai-nilai kebudayaan yang tinggal, maka kita juga akan panggil dari pihak kecamatan misalnya dari kecamatan bathin VIII, ada atau tidak kebudayaan yang mau dimasukkan dan masih bisa dipertahankan. Artinya dari segi dalam penulisan tidak ada masalah,” katanya.

“Makanya, akan dipanggil dua kali lagi, jangan sampai ada yang tertinggal, jadi tinggal finishing itu sebenarnya. Mau ditanya nanti daerah kecamatan ini apa yang mau disampaikan. Dokumennya apa, apakah ada satu permainan yang selama ini belum tercover, dan itukan ada 11 item, berupa permainan, tarian, tulisan-tulisan, peninggalan-peninggalan, dan benda-benda bersejarah,” kata dia menambahkan. (Wahid)