Ultimate magazine theme for WordPress.

Jangan Kaget, Mulai Besok Petugas PPDP Datangi Rumah Warga

Ketua KPU Sarolangun M. Fakhri saat diwawancarai, (Wahid Penajambi.co).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) akan mulai melaksanakan tugas mulai besok, Rabu (15/07/2020) hingga satu bulan kedepan.

Para petugas itu akan melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih, pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jambi Tahun 2020.

Para petugas yang berjumlah 734 orang yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan dalam Kabupaten Sarolangun, akan mendatangi rumah-rumah warga.

Maka dari itu, masyarakat tentunya jangan kaget dengan kedatangan petugas tersebut.

Ketua KPU Sarolangun Muhammad Fakhri mengatakan memang pihaknya menjadwalkan dalam waktu satu bulan kedepan terhitung mulai tanggal 15 Juli 2020 hingga pada 13 Agustus 2020, akan dilakukan Coklit data pemilih.

“Untuk dapat pemilih pada pilgub Jambi kita akan lakukan Pemutakhiran Data, oleh petugas kita di lapangan. Coklit dilakukan dari rumah-rumah,” katanya, Selasa (14/07/2020).

Katanya, data pemilih yang akan dilakukan Coklit tersebut sebanyak 236.965 pemilih. Yang akan dicek berupa identitas, kesesuaian data, serta sudah meninggal dunia atau bukan.

Jumlah tersebut berdasarkan data yang sudah dikirim oleh KPU RI ke KPU Kabupaten/Kota, setelah dilakukan sinkronisasi data pileg terakhir dan data DP4 yang ada di Dirjen Dukcapil Mendagri.

Jadi, nantinya hasil dari Pemutakhiran Data tersebut, tidak menutup kemungkinan daptar pemilih tetap (DPT) pada pilgub Jambi mendatang akan bertambah dari data dpt pileg yang hanya sebanyak 197.503 pemilih.

“Dan juga tidak bisa kita katakan ada penambahan, karena ini masih data pemilih belum dilakukan hasil Pleno oleh KPU, maka dilakukan Coklit terlebih dahulu, jadi bisa saja bertambah atau berkurang dari data dpt terakhir kita,” katanya.

“Dpt terakhir itu di sinkronisasi dengan dp4 oleh mendagri, kemudian yang dikirim ke KPU RI, lalu mensinkronisasi data dpt terakhir kemudian jadilah dia model Daptar pemilih, lalu di turunkan ke kabupaten/Kota, untuk dilakukan Coklit. Namanya itu model A-KWK,” kata dia menambahkan.

Petugas PPDP tersebut, akan mencoklit pemilih yang ada di dalam model A-KWK, apalah telah memenuhi syarat (TMS). Contoh, jika ditemukan dalam data pemilih ada yang meninggal dunia akan langsung dicoret petugas, kemudian pemilih yang masih dibawah umur juga akan dicoret.

“Kalau ada kesalahan nama, petugas akan melakukan perbaikan,” katanya.

Dalam pelaksanaan Coklit tersebut, kata Fakhri petugas yang mendatangi rumah warga dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Makanya, masyarakat diminta untuk menyiapkan identitas berupa ktp dan kartu keluarga, dan disarankan untuk menjaga jarak serta tidak bersalaman.

“Masyarakat kita minta menerima petugas, jika diminta ktp dan kk, silahkan ditunjukkan demi perbaikan data pemilih kita. Petugas sudah kita siapkan Apd semua, mulai dari penutup wajah, masker, sarung tangan, handsanitizer, disiapkan untuk petugas kita selama satu bulan,” katanya.

“Petugas kita perintahkan jangan bersentuhan dengan masyarakat jika nanti mendata dan tidak perlu berkata-lama di rumah warga, hanya perlu waktu 10 menit sudah pindah ke rumah warga lainnya, karena kita akan membantu pemerintah, berdasarkan PKPU Nomor 05 tahun 2020 dan PKPU Nomor 06 tahun 2020 tentang pemilihan lanjutan dalam masa pandemi covid-19, yakni membantu dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Sarolangun,” kata dia menambahkan. (Wahid)