Ultimate magazine theme for WordPress.

Kapolres Sarolangun Tinjau Kondisi Banjir di Pulau Pandan

penajambi
Tampak Kapolres saat meninjau kondisi banjir, (PJ/Hid).

PENAJAMBO.CO, Sarolangun – Mendapat informasi terkait bencana banjir yang dialami warga Desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun, Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiyono, S.IK, MTCP, CFE langsung turun ke lokasi banjir pada Selasa, (24/11/2020).

Berdasarkan pantauan media ini dilapangan terlihat Kapolres Sarolangun, didampingi Kapolsek Limun dan juga Kades Pulau Pandan menyisir gang-gang kecil untuk melihat kondisi rumah warga yang terendam banjir.

Tak hanya itu, Kapolres Sarolangun juga ikut masuk kedalam rumah warga, sambil berbincang- bincang terkait musibah banjir dadakan yang sedang dialami warga tersebut.

Saat diwawancarai sejumlah awak media, Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng menyebutkan, desa desa yang berada di dekat aliran sungai batang Limun dan Batang Asai memang merupakan area yang sering terkena bencana banjir. Meskipun begitu menurut Kapolres, ada beberapa upaya yang harus dilakukan sebagai bentuk antisivasi dan pencegahan bencana banjir, yang selama ini sering dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Harus ada upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, mungkin nantinya ada upaya, misalkan sungainya kedangkalan mungkin bisa dikeruk, seperti di Jakarta memang ada anggaran-anggaran yang untuk pengerukan sungai, mana kala sungainya dangkal sehingga menyebabkan banjir. Mungkin juga ada hal-hal lain yang perlu dilakukan seperti pembuatan selokan ataupun gorong-gorong, nanti kita komunikasikan dengan Pemda,” katanya.

Selain itu Kapolres Sarolangun juga  mengimbau agar masyarakat, khususnya warga Desa Pulau Pandan yang terendam banjir untuk berhati-hati dan selalu siaga dengan kondisi debit air yang saat ini terus meningkat.

“Kepada warga yang rumah terdampak dari genangan air ini, saya minta untuk terus menjaga keselamatan diri, untuk alat-alat kalaupun nanti airnya terus naik, kalau memang tidak bisa diselamatkan ya sudah, lebih baik mengutamakan keselamatan nyawanya daripada harus bertahan dirumah kalau nantinya air terus naik,” tandasnya. (Hendri)