Ultimate magazine theme for WordPress.

Ketua DPRD Tontawi Warning Bendahara Dewan

Tontawi Ketua DPRD Sarolangun. (Foto wartawan Penajambi.co/ Wahid)

 

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun, Tontawi Jauhari, SE, angkat bicara soal kejadian yang dialami oleh Bendahara Sekretariat DPRD Sarolangun, Sayuti, pada awal bulan Februari lalu mengalami musibah pencurian uang senilai ratusan juta rupiah dari dalam mobil.

Kata Tontawi, ia melihat kejadian itu terdapat kelalaian dari Bendahara Sekwan yang baru ditunjuk tersebut. Sebab, tidak ada pengawalan atau pendampingan saat mengambil uang ratusan juta dari Bank, bahkan berani membawa pulang kerumah dan meninggalkan di dalam mobil yang terparkir di halaman.

“Kita sudah laporkan ke pihak kepolisian. Kalau saya melihat kejadiannya, memang dilihat secara kasat mata ada kelalaian disitu. Bawa uang yang jumlahnya cukup signifikan, kok dibawa ke rumah pribadi, kemudian mobil diparkir tapi kok tidak dibawa ke dalam rumah, kalau pidananya saya yakin murni,” katanya, Rabu (12/02/2020).

Tontawi juga menjelaskan bahwa yang bersangkutan merupakan Bendahara yang baru ditunjuk dan baru sekali mengambil uang ke bank dalam jumlah besar. Sehingga ia dapat memaklumi hal tersebut dengan alasan mungkin belum tahu prosedur pengamanan dalam mengambil uang ke bank.

“Kita harap maklumlah, dia baru ditunjuk jadi bendahara, baru sekali itu mengambil uang, jadi dia belum tahu safetynya menjaga uang itu. Selama ini kan kita dikawal, paling tidak teman-teman dari sekretariat di DPRD itu dua atau tiga orang, mendampingi dari unsur Bendahara. Yang hari ini kejadian kok bisa sendirian,” katanya.

Ia juga menegaskan akibat kelalaian tersebut, jika nanti pihak kepolisian dalam proses penyelidikan memang murni pidana pencurian, maka Bendahara tersebut akan dilakukan pergantian.

“Sanksinya, setelah hasil penyelidikan dari polsek nanti memang kejadiannya murni, paling tidak saksinya Bendaharanya diganti, sudah saya sampaikan ke Sekwan. Kalau duit yang hilang, itu ada aturannya jika memang murni itu, itu tanggung jawab daerah,” katanya. (Arw)