Ultimate magazine theme for WordPress.

Lama Terbengkalai, Disperindagkop Bakal Hidupkan Mesin Kompon Sungai Merah Pelawan

Pihak koperindag saat meninjau mesin kompon yang terbengkalai di Sungai Merah Kecamatan Pelawan. (Wahid).

 

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Dinas Perindustrian, Perdagangan, UMKM dan Koperasi Kabupaten Sarolangun bakal memberikan bantuan kepada pengelola mesin Kompon di Desa Sungai Merah, Kecamatan Pelawan.

Tujuannya agar mesin Kompon tersebut dapat difungsikan kembali, setelah sekian lama mesin tersebut hanya tersimpan dan tidak digunakan.

Kadis Perindag, UMKM dan Koperasi Kasiyadi, mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan memberikan bantuan berupa aki sebanyak 3 buah, selang dan sebagainya yang akan membantu menghidupkan kembali mesin Kompon tersebut.

“Ya, mau kita bantu, setelah itu nanti akan ada orang yang mau kerja sama dengan pengelolanya. Menghidupkan mesin itu perlu dana Rp 13 juta, baru nanti pihak investor mau ngasih bahan-bahan, dan setelah berproduksi tinggal bagi hasil,” katanya, Selasa (04/02/2020).

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah turun ke lokasi di desa Sungai Merah tersebut melihat langsung kondisi mesin Kompon tersebut, beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, pihaknya juga nanti akan mencari pihak investor yang mau bekerja sama dalam mengelola mesin Kompon tersebut. Saat ini sudah ada investor yang mau, namun belum ada kesepakatan bersama.

“Kerja sama ya belum ada kesepakatan, yang jelas tujuan kami itu untuk menghidupkan mesin Kompon ini,” katanya.

Tak hanya sebatas itu, pihaknya juga nanti berencana akan membuat gedung permanen di lokasi mesin Kompon tersebut karena saat ini masih dalam kondisi rumah papan.

Ia menyebutkan nanti jika mesin Kompon ini bisa dihidupkan, akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Karena melalui mesin Kompon ini akan bisa membuat bahan vulkanisir ban, sandal dan Karpet mobil yang memang terbuat dari bahan-bahan karet petani.

Harga karetpun tidak menutup kemungkinan akan lebih mahal, karena nantinya bahan karet mentah akan dibutuhkan dari petani, dengan adanya mesin kliper yang dibantu pada tahun yang lalu.

“Setelah itu kalau jalan, bahan material Kompon itu tidak beli setengah jadi. Jadi bahan mentah karet dari petani, mesin kliper yang kami bawa dari Jambi. Bisa untuk vulkanisir bahan, bisa juga bahan-bahan barang jadi dari karet seperti sandal, karet mobil, itu jadinya nanti,” katanya.

“Kompon ini bahan setengah jadi jugo, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, paling tidak bisa meningkatkan harga getah petani, getah bisa dinaikkan. Kemudian sisa-sisanya juga bisa dibuat untuk bahan aspal. Mudah-mudahan setelah kita bantu aki segala macamnya, tidak ada masalah lain,” kata dia menambahkan. (Arw)