Ultimate magazine theme for WordPress.

Masih Ngeyel Trek trekan, Satlantas Sarolangun Kembali Amankan 16 Motor Pembalap Liar

Pihak Lantas Sarolangun saat menjalankan tugas mengamankan motor para pembalap liar, (PJ/Nil).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun- Sepertinya tak ada jeranya bagi para pembalap liar trek trekan di jalan lintas poros arah Kantor Bupati Sarolangun, areal Sport Center dan juga Laman Basamo.

Padahal baru beberapa waktu lalu beberapa motor telah di gelandang ke satuan lalulintas polres Sarolangun, karena meresahkan warga. Belum lagi pihak lantas memberikan himbauan larangan berupa spanduk di jalur tersebut.

Dengan kondisi itu, tadi malam Satlantas Polres Sarolangun kembali turun ke lokasi, al hasil mengamankan 16 motor yang melakukan balap liar di arah kantor bupati Sarolangun, kelurahan Sarkam, kecamatan Sarolangun.

Padahal situasi di arah tersebut dalam keadaan gelap gulita, dan sudah dilakukan penutupan jalan di beberapa titik pengkolan oleh pihak Lantas dan Dishub, namun sekelompok pemuda yang Melakukan balap liar masih saja mengeyel.

Kapolres Sarolangun Melalui Kasatlantas AKP Angga luvyanto menyatakan, malam ini pihaknya mengamankan sepeda motor yang masih juga melakukan balap liar, dan tentunya sangat meresahkan masyarakat.

“Iya ada 16 motor yang kita amankan, mereka trek trekan di jalur, Kantor Bupati, Laman Basamo dan Gor atau sport center,” katanya saat di konfirmasi melalui aplikasi chatting WA, Minggu (24/1/2021).

Pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap surat kendaraan, SIM, Helem dan menangkap motor yang memakai knalpot brong yang kerap membuat masyarakat resah dan bising.

” Karena tidak melengkapi kelengkapan kendaraan seperti tanda nomor kendaraan bermotor tidak pakai helm dan knalpot brong. Tindakan ini bagian dari efek jera sebab masyarakat memang sudah resah,” katanya.

Sekali dia menghimbau agar para orang tua, mengingatkan anaknya memantau lingkungan bergaul sebab jika terjadi kecelakaan yang rugia kata kasat adalah individu anak itu sendiri.

” Ya. Himbauan kita agar para orang tua memantau anak anaknya, apalagi malam mereka ini ngumpul di jalan dan trek trekan, kalau terjadi kecelakaan atau senggol warga yang melintas inikan bahaya sekali, ” pungkasnya.(Husnil)