Ultimate magazine theme for WordPress.

Pembunuh Sadis Gadis Remaja di Suka Sari Ditangkap

Kapolres didampngi Waka Polres saat memberikan keterangan Pers, (Wahid Penajambi.co).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Setelah lebih kurang dua bulan lamanya, akhirnya pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang gadis remaja Melan Gustiani (15) seorang warga RT 03 Kelurahan Suka Sari, Kecamatan Sarolangun berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian Polres sarolangun.

Pelaku diketahui berinisial I (30) warga RT 03 Kelurahan Suka Sari, Kecamatan Sarolangun, yang ditangkap aparat kepolisian pada awalnya sebagai tersangka kasus narkoba.

Baca juga: Remaja 16 Tahun di Sarolangun Ditemukan Tewas di Kebun Karet, Begini Keterangan Polisi

Kapolres Sarolangun AKBP Deny Heryanto, S.Ik, M.Si, dalam keterangan persnya didampingi Waka Polres Kompol Husni Tamrin dan Kasat Reskrim Iptu Bagus Faria, Rabu (01/07/2020) mengatakan bahwa pelaku ditangkap setelah dilakukan penyelidikan oleh anggota kepolisian dari unit Reskrim Polsek Sarolangun dan tim Opsnal Polres Sarolangun.

“Pelaku ditangkap pada pertengahan bulan juni kemarin, dalam perkara kasus narkoba, namun setelah dikembangkan akhirnya penyelidikan yang dilakukan mengarah kepada tersangka,” katanya.

Kapolres menjelaskan sebelum kejadian pembunuhan ini, si korban Melan Gustiani pada Rabu 15 April 2020 sekitar pukul 15.00 Wib berangkat dari rumahnya yang ada di RT 03 Kelurahan Suka Sari, menuju rumah temannya bernama Naufal yang beralamat di RT 09 Kelurahan Suka Sari untuk belajar kelompok bersama teman-temannya.

Korban menuju rumah rekannya Naufal dengan berjalan kaki, dan sekitar pukul 15.25 Wib, teman korban bernama Naufal sempat menghubungi korban melalui pesan WhatsApp, dan korban mengatakan sebentar lagi akan sampai, namun hingga sore pukul 17.00 Wib, si korban tak kunjung datang ke rumah rekannya Naufal untuk belajar kelompok sehingga rekan-rekan korban pulang ke rumahnya masing-masing.

Kemudian hingga pada pukul 18.00 Wib, korban juga belum pulang ke rumah, dan orang tua korban berusaha menghubungi korban melalui telepon genggam namun handphone korban tidak aktif, sehingga orang tua bersama paman korban mencari korban ke rumah teman-teman korban, akan tetap korban belum juga diketemukan.

Halaman selanjutnya >