Ultimate magazine theme for WordPress.

PU-PR Sarolangun Gelar FKPTR, Staf Ahli: Tata Ruang Ini Penting, Jangan Dianggap Enteng

Prosesi Acara FKPTR di Dinas PUPR Sarolangun.

 

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Dinas PU-PR Kabupaten Sarolangun, Kamis kemarin menggelar kegiatan Forum Konsultasi Publik Tata Ruang (FKPTR), dengan melibatkan pihak kelurahan, Dinas Perkim, Pihak LH, Bappeda dan Kecamatan dalam wilayah Kabupaten tersebut.

Acara itu dikemas dengan diskusi dan pemaparan terkait pentingnya penataan ruang dalam sebuah kawasan wilayah, terutama dalam kota Sarolangun. Dengan pemateri Dosen Universitas Jambi Dr Hames, MT.

Dalam sampiannya, Sekdin PU-PR Zanul Arifin mengatakan bahwa kegiatan tersebut, mendorong kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam mensingkronisasi persoalan tata ruang.

“Sistem proses perencanaan diharapkan bisa terwujud ruang lingkungan yang aman dan nyaman, mulai dari sektor lingkungan hijau hingga proses administrasi dan aturan yang baik dan benar, namun perlu ada kesamaan pemahaman pemerintah dengan masyarakat,” ujar Zainul.

Bupati Sarolangun diwakili Staf Ahli Bupati Ramawi, menyinggung tentang pentingnya kegiatan tersebut, sebab menyangkut masa depan daerah kedepannya.

“Kedepan saya minta kegiatan seperti ini, dilaksanakan di ruang pola kantor bupati, kemas sebaik mungkin, libatkan semua element yang dianggap berkaitan. Sebab soal tata ruang ini penting, jangan dianggap enteng,” ujar Ramawi.

Dia menegaskan itu, sebab terkait dengan amanah UU tentang penataan ruang dan juga amanah bupati yang mengintruksikan agar penataan ruang juga menjadi fokus PU dan instansi terkait lainnya.

“Harusnya Camat, Lurah yang sudah diundang itu datang, sebab mereka salah satu ujung tombak persoalan tata ruang terutama dalam kawasan kota, kalau bisa kedepan libatkan para kades soal tata ruang ini, bayangkan kalau ada masalah kawasan kumuh itu karena tata ruang yang tidak tertata dengan baik,” terangnya tegas.

Dia mengingatkan, agar persoalan penataan ruang jangan dianggap remeh, apalagi Camat, Lurah dan para Kades langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Yang langsung berhadapan dengan masyarakat itu camat dengan lurah serta kades, kita harus berpikir kedepan agar sarolangun ini melakukan tata ruang pembangunan dengan baik ini demi kebaikan daerah kita juga,” katanya menerangkan.

“Sebab pertumbuhan masyarakat Sarolangun ini kedepan makin padat, ini harus kita antisipasi, supaya ketika tiba saatnya kita sudah siap, termasuk penataan kawasan pemukiman di kelurahan dan desa itu tata ruangnya wajib diperhatikan,” tegasnya. (Nil)