Sarolangun Tetapkan Status Siaga Darurat Covid-19
Dari hasil pemantauan yang ada di pos pemantauan, katanya di Kabupaten Sarolangun ada 2 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 2 orang dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP), 659 Orang Tanpa Gejala (OTG) dan klasifikasi lainnya sebanyak 91 orang.
“Hasil inilah yang kita sampaikan setiap hari. Data jumat kemarin ditotalkan mencapai 759 orang hasil dari pemantauan di setiap posko,” katanya.
Namun, jika memang ada masyarakat yang tidak terpantau melalui pos pemantauan, masyarakat bisa melaporkan ke pemerintah desa setempat bagi mengetahui adanya warga yang baru datang dari luar daerah atau luar negeri, apalagi datang dari daerah zona merah kasus covid-19.
“Ada sebagian laporan masyarakat, bahwasanya lewat dari pemantauan di pos, akan kita Klarifikasi kan dan kita turun bersama tim medis, hasil laporan masyarakat setelah kita kroscek sudah ditindak lanjuti oleh tim medis didampingi kades dan aparat setempat. Banyak melapor lewat wa. Kita siapkan tim turun ke lapangan, untuk dipertanyakan. Ketika pustu sudah dilakukan pemeriksaan maka kita masuk dalam pendataan OTG,” katanya.
“Kemudian di posko ini juga ada juga dibagi tugas, pertama tim medis, yang saat ini RSUD Sarolangun sudah siap untuk bidang penanganan PDP, dan puskesmas juga sudah siap untuk tim tekhnis pemeriksaan lebih lanjut,” kata dia menambahkan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sarolangun juga telah menyiapkan penanganan terhadap dampak ekonomi pada masa darurat covid-19 ini.
Masyarakat yang kurang mampu paling merasakannya karena harga karet yang kian turun berkisar Rp 3.000 perkilo gram. Kemudian para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga merasakannya karena kurangnya daya beli masyarakat sehingga pemasukan juga berkurang drastis.
“Dampak ekonomi luar biasa, apalagi pedagang kecil. Ini nanti dari kebijakan pemerintah akan diberikan bantuan modal, untuk stimulus kepada pelaku UMKM. Dan bantuan untuk 15 ribu kk di seluruh kecamatan, dibagikan 20 kg per KK, tahap I sudah direalisasikan, dan ini berlanjut sebanyak tiga tahapan,” katanya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat sarolangun untuk senantiasa tetap menjaga kesehatan tubuh, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, sering mencuci tangan serta mengurangi aktivitas diluar rumah dan tentunya jaga jarak atau social distancing.
“Masyarakat kita himbau agar mengikuti prosedur Protokoler kesehatan untuk kepentingan kita bersama, semakin kita mengikuti arahan pemerintah, Insa allah penanganan covid-19 ini akan cepat selesai,” katanya. (Wahid)