Ultimate magazine theme for WordPress.

SD dan SMP di Sarolangun Didorong Terapkan Kurikulum Merdeka

Helmi Kadikbid Sarolangun saat diwawancarai, (PJ3).

SAROLANGUN -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun saat ini terus mendorong agar seluruh sekolah tingkat SD dan SMP dapat menerapkan kurikulum Merdeka, sebagaimana yang telah diluncurkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2022 ini.

Kadis Dikbud Sarolangun Helmi, SH, MH mengatakan bahwa pemberlakuan kurikulum Merdeka ini menjadi salah satu program pendidikan untuk memudahkan proses pembelajaran oleh tenaga pendidik (guru). Karena saat ini diketahui siswa saat ini lebih condong kepada dialog dari pada menggunakan catatan seperti kurikulum sebelumnya.

Pihaknya pun sudah melakukan pembahasan bersama dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) yang ada di kabupaten Sarolangun.

“Saat ini kita sedang mengkolaborasi dengan sekolah penggerak dengan MKKS dan KKKS untuk menyikapi pemberlakuan kurikulum Merdeka dan dengan IKM ini tenaga pendidik guru dan kepala sekolah harus mengikuti program kurikulum Merdeka karena program ini ada petunjuk yang harus dilakukan,” katanya, Senin (03/10/2022) kepada media ini.

Helmi menambahkan bagi sekolah yang belum siap untuk menerapkan kurikulum Merdeka ini, sesuai dengan kebijakan Kemendikbud bahwa masih bisa menerapkan kurikulum sebelumnya yakni Kurikulum 2013 dalam satuan pendidikan untuk dasar pengelolaan pembelajaran.

“Tinggal sedikit sekolah yang menggunakan kurikulum 2013, dan rata-rata mereka sudah mendaftarkan untuk kurikulum Merdeka, karena ini ditetapkan untuk sekolah yang menerapkan kurikulum ini oleh kementrian ada beberapa opsi ada kurikulum mandiri, dan berbagai macam opsi,” katanya.

“Mulai bertahap mengikuti program kurikulum Merdeka, dan untuk saat ini sudah masuk semua dan tinggal implementasi di sekolah masing-masing.
Dan proses mengejar penyelesaian implementasi dengan adanya workshop ini bisa secepatnya di praktekkan di lapangan,” kata dia menambahkan.

Menurut Helmi, untuk pendaftaran sekolah dalam mengikuti kurikulum Merdeka, Kemendikbud telah menyiapkan aplikasi untuk mengisi flatform merdeka dan tentunya akan ada petunjuk yang diberikan bagi sekolah untuk hal tersebut.

“Itu mempermudah guru untuk melakukan proses belajar mengajar di setiap hari, jadi untuk saat ini dengan adanya IKM atau pmm kita dikasih petunjuk melalui aplikasi untuk memilih berbentuk metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan kita,” katanya.

“Keluarnya 2021 kemarin, cuman yang lolos sekitar bulan Agustus kemarin, sudah mulai untuk diterapkan. Untuk pendaftaran atau masuk dalam flatform merdeka harus ada link ataupun yang harus diselesaikan pendaftaran dulu di kementrian Dikbud, dan sekarang Alhamdulillah pendaftaran yang dilakukan oleh sekolah,” kata dia menambahkan.(Hid)