Selama Tahun 2020, Polres Sarolangun Ungkap Ratusan Kasus
(6) Polsek Singkut menangani kasus sebanyak 26 kasus, dimana 2 kasus masih dalam proses penyelidikan sedangkan 24 kasus lainnya dapat diselesaikan. (7) Polsek Limun menangani kasus sebanyak 20 kasus, 17 kasus diselesaikan dan 3 kasus dalam proses penyelidikan, sedangkan (8) Polsek Batang Asai menangani sebanyak 6 kasus, terdiri dari 3 kasus sudah diselesaikan dan 3 kasus masih dalam proses penyelidikan.
Sementara berkaitan dengan evaluasi selama tahun 2020 ada beberapa kasus yang mengalami peningkatan, yaitu kejahatan di bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), seperti pencabulan dan KDRT.
Menurut Kapolres, peningkatan kasus kejahatan atau kekerasan terhadap anak dan perempuan serta kdrt ini disebabkan karena dalam pandemi Covid 19, sehingga banyaknya kegiatan atau aktivitas masyarakat dirumah.
“Untuk kasus pencabulan ada 5 kasus,sedangkan KDRT 6 kasus,” sebut Kapolres.
Sedangkan untuk kasus Karhutla, bisa dikatakan tidak ada, karena selama tahun 2020 ini hanya ada paling luas 4 hektar lahan yang terbakar. Ini juga terkait dengan dampak kegiatan banyaknya masyarakat yang melakukan kegiatan di rumah.
“Untuk kasus Karhutla menurun draktis,” katanya.
Masih dikatakan Kapolres, jika untuk kasus yang berkaitan dengan tindak pidana konvensional, seperti kasus Narkoba mengalami peningkatan, namun peningkatan dari penyelesaian perkara,seperti Barang Bukti (BB) yang meningkat, sedangkan kasusnya sendiri menurun.
“Untuk kasus narkoba yang meningkat yaitu penyelesaian perkara, BBnya yang meningkat,” katanya.
Menurut Kapolres khusus untuk kasus narkoba ini untuk penanganannya tidak lagi terbatas di Kabupaten Sarolangun saja, pihaknya kedepan akan mengembangkan menangani sampai ke jaringan narkoba didaerah lain.
Sedangkan untuk kasus khusus korupsi, selama tahun 2020 ini Polres Sarolangun hanya menangani 1 kasus, turun dari tahun 2019 yang ditangani sebanyak 2 kasus. Sementara untuk kasus lakalantas juga mengalami penurunan, baik kasusnya sendiri maupun kerugian, selama tahun 2019 total 80 kasus, untuk tahun 2020 hanya ada 78 kasus.