Ultimate magazine theme for WordPress.

dr Ozi Berikan Sebut Takut Berlebih-lebihan Justru Turunkan Imunitas Tubuh

dr Rozi kala memberikan keterangan pers, (Penajambi.co Wahid).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – dr Ozi Purna, Sp.Pd, selaku dokter penanggung jawab pasien (DPJP) positif COVID-19 di RSUD Chatib Quzwain Kabupaten Sarolangun, memberikan cara bagaimana meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.

Sebab, menjaga daya tahan tubuh menjadi salah satu kunci agar tidak mudah terpapar wabah virus corona yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Katanya, meningkatkan daya tubuh tersebut ada beberapa hal yang harus diterapkan saat ini.

“Ada lima hal yang harus dilaksanakan,” kata dr Ozi dalam keterangan pers di RSUD Sarolangun beberapa hari yang lalu.

Baca juga: 4 Pasien Covid Sarolangun Terus Membaik, Ini Alasannya Kenapa Belum Boleh Pulang

Katanya, kelima hal tersebut diantaranya iman, jaga jarak, pakai masker, sering cuci tangan dan terakhir mengkonsumsi vitamin C atau buah-buahan yang mengandung vitamin c seperti jeruk, sirsak, mangga, dan sebagainya.

“Iman kita harus kuat, jangan takut dengan virus corona apalagi sampai gaduh, kalau kita tidak mudah takut apalagi resah dengan informasi virus corona ini, maka Imun tubuh kita tetap kuat begitu sebaliknya. Dan paling penting ikuti protokol kesehatan yang dihimbau pemerintah seperti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan,” katanya.

Ia juga tak lupa untuk menghimbau kepada masyarakat sarolangun, bahwa memang virus ini adalah penyakit yang bersifat auto sembuh, yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jadi, jika seseorang dengan kekebalan tubuh lemah, ketika virus masuk maka akan rentan terpapar.

“Masa ikunbasi virus corona ini 14 hari, jadi setelah masuk dari hidung, dan bertemu di tenggorokan belakang, ada imunitas kita. Jadi bila masuk virus, pertahanan Imun di tenggorokan bekerja, kalau sudah masuk paru-paru sehingga parah dan bisa meninggal dunia, dan ada juga masuk ke sistem pencernaan. Ketika dalam kondisi parah dan menyerang paru-paru, maka pasien akan menggunakan alat berupa ventilator, untuk mengganti alat pernapasan,” katanya. (Wahid)