Ultimate magazine theme for WordPress.

Isi Materi, Waldi Bakri Pompa Semangat Kader GMS

Waldi Bakri saat mengisi materi, (Wahid Penanambi.co).

PENAJAMBI.CO, Sarolangun – Pelatihan Anggota Tetap (PAT) ke-VI dalam lingkungan organisasi Gerakan Mahasiswa Sarolangun (GMS), merupakan wadah bagi para mahasiswa untuk melatih kepemimpinan atau Leadership dalam sebuah berorganisasi.

Dalam kesempatan itu, dalam pola Kepemimpinan atau Leadership tersebut, H A Waldi Bakri,. S.Ip, S.Sos, MM hadir ditengah mahasiswa tersebut dalam memberikan ilmu kepemimpinan, dan dalam paparannya ia memilih judul materi Leaderahip and Organization For Millenials.

“Seorang pemimpin dan menjadi contoh untuk selalu diikuti,” kata Waldi, Minggu (05/07/2020) saat memberikan materi kepada mahasiswa tersebut di Sekretariat GMS.

Katanya, seorang kader yang baik itu harus mampu menciptakan sebuah perubahan yang berdampak terhadap keberlangsungan sebuah organisasi.

Baca juga: GMS Gelar PAT ke-VI Tahun 2020

Perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri, yang akan membentuk pada perubahan sebuah organisasi dan perubahan dalam organisasi akan membentuk perubahan di tengah masyarakat.

“Mau tidak mau, sebuah organisasi akan terus berlanjut apabila bisa menciptakan kader-kader yang miliki jiwa militansi. Kalau tidak bisa dilakukan, maka organisasi itu akan mandek, maka kita harus bersinergi dulu dalam melakukan sebuah perubahan,” katanya.

Ia juga tak lupa, mencontohkan pola kepemimpinan yang ada pada diri Rasulullah SAW, sebagaimana dalam firman Allah SWT Q. S Al-ahzaab : 21. Yang artinya,” Sesungguhnya telah ada pada diri rasulullah itu uswatun hasana (suri teladan yang baik) bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut allah”.

“Perubahan itu baik berupa perubahan karakter, perubahan jati diri sehingga akan memunculkan taat azas, yakni merasakan satu tujuan yang sama. Keras boleh, tapi keras dalam satu koridor atau tatanan dalam mewujudkan visi-misi organisasi itu sendiri. Perubahan itu ada sikap mental dalam satu organisasi, seni dalam keberagaman harus diimbangi,” katanya.

Waldi juga tak lupa mengucapkan selamat kepada adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam organisasi GMS selaku kader milenial yang bisa membangun organisasi menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang dengan perubahan-perubahan yang akan dilakukan.

“Perubahan itu yang akan memunculkan sebuah tanggung jawab, yang akan menciptakan kader yang bisa tertib administrasi dan membawa organisasi yang lebih baik. Sejauh mana perubahan yang dilakukan dan sejauh mana kader itu melakukan ad/art dalam organisasi itu,” katanya. (Wahid)